FSP2KI dan IndustriALL Aksi Bersama Melawan Precarious Work

Kawan-kawan FSP2KI Jawa Barat melakukan aksi bersama IndustriALL Indonesia melawan PRECARIOUS WORK di depan Bundaran Hotel Indonesia

Aksi UMP 2015 FSP2KI Kordinator Wilayah Sumatera Selatan

Kawan-kawan FSP2KI yang ada di Sumatera Selatan turut serta dalam aksi unjuk rasa Menuntut Diberlakukannya UMP Sumsel Tahun 2015 sebesar Rp 2.213.001,-

Industriall Indonesia : Pelatihan PKB Khusus Perempuan

Pelatihan ini dihadiri oleh sekitar 26 orang pengurus serikat pekerja yang ada di 11 federasi afiliasi IndustriALL Indonesia.

Pentingnya Iuran Bagi Serikat Pekerja

Disiplin membayar iuran adalah mutlak diperlukan bagi serikat pekerja disemua tingkatan baik di tingkat pabrik, federasi, konfederasi dan internasional agar bisa membiayai program untuk mencapai tujuan serikat pekerja

Senin, 02 Maret 2015

Napak Tilas : Buruh Kertas Bersatu


Untuk menjalin rasa kebersamaan dan solidaritas sesama kawan buruh yang tergabung bersama dalam group Buruh Kertas Bersatu Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) Karawang. Maka pada hari Minggu kemarin (01/03/2015) kawan-kawan Buruh Kertas Bersatu mengadakan napak tilas.

Kamis, 26 Februari 2015

Langkah menghadapi ancaman Objek Vital Nasional



Pada tanggal 21 Agustus 2014 lalu, Kementerian Perindustrian mengeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 466/M-InD/Kep/8/2014 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 620/M-IND/Kep/12/2012 tentang Objek Vital Nasional Sektor Industri. Keputusan Menteri ini merupakan revisi dari Keputusan Menteri sebelumnya dengan menambahkan jumlah perusahaan yang dan kawasan industri yang termasuk dalam kategori obyek vital nasional.

Tiga Pilar Serikat Kita



Koordinator Proyek IndustriAll Asia, Yoon Hyowon, menyampaikan materi yang menarik ketika menyusun program serikat pekerja yang kuat. Menurut Yoon, setidaknya kita punya 3 pilar utama yang ahrus selalu kita jaga. 3 Pilar itu adalah :

Precarious Work, Ancaman Nyata Kita



Armelle Seby, Perwakilan dari Kantor Pusat IndustriAll Jenewa menyampaikan paparan menarik berkaitan dengan precarious work. Secara istilah, kita belum menemukan istilah yang tepat berkaitan dengan nama precariuous work, tetapi kita merasakannya bahwa kondisi kerja semakin memburuk. Sistem kerja kontrak-outsourcing, upah murah dan setiap saat kita terancam kehilangan pekerjaan adalah penerjemahan termudah untuk menjelaskan precarious work.

Tantangan Kita Semakin Berat



Berlangsung di Hotel Santika TMII, pimpinan Federasi afiliasi IndustriAll hadir untuk melaksanakan Rapat Nasional, sebuah mekanisme yang tempuh untuk menyusun rencana strategis selama tahun 2015. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh delegasi dari Serikat pekerja Metal Swedia (UNIONEN), Kantor Pusat Jenewa dan Regiaonal, Singapura.

Selasa, 24 Februari 2015

RAKERNAS FSP2KI Ke III



Pada 21 Februari 2015 sampai dengan 22 Februari 2015, Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) yang Ke III. RAKERNAS ini diselenggarakan di Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) milik Dinas Kesehatan Pekanbaru, Riau.

Senin, 23 Februari 2015

Pendidikan Paralegal FSP2KI (Lanjutan)



Baru-baru ini Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) menyelenggarakan pendidikan paralegal lanjutan selama dua hari (19 Februari 2015 sampai dengan 21 Februari 2015). Pendidikan ini dilaksanakan di wisma Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) yang berada di Pekanbaru.

Senin, 16 Februari 2015

Buruh Bersatu Melawan Korupsi



Selama 11 tahun berdiri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan uang negara sebesar Rp 249 triliun baik melalui bidang pencegahan dan penindakan. [1] Pencegahan dilakukan diberbagai bidang baik sektor minyak dan gas bumi. Kedepan KPK akan aktif dalam bidang sumber daya alam yang ditaksir kerugian negara mencapai ratusan triliun. [2]

Tindakan kriminalisasi terhadap pimpinan KPK ini mendapat kecaman luas masyarakat sipil, yang meminta agar Presiden Joko Widodo sebagai pemegang mandat kekuasaan segera bertindak menyelamatkan Komisioner KPK dari bentuk kriminalisasi dan membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan. Namun hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum mengambil keputusan yang tegas dan jelas untuk menyelematkan komisioner KPK.

Pasca ditetapkannya sebagai tersangka korupsi, serangan terhadap Pimpinan Komisioner KPK semakin masif dan sistematis. Diawali dengan penangkapan wakil ketua KPK Bambang Widjajanto atas dugaan kasus menyuruh memberikan keterangan palsu di Mahkamah Konstitusi. Dilanjutkan pelaporan atas Ketua KPK Abraham samad oleh Lembaga Swadaya Masyarakat KPK Watch Indonesia dengan dugaan melakukan aktivitas politik. Setelah itu Wakil  Ketua KPK Adnan Pandu Praja dilaporkan dalam kasus dugaan pemalsuan sejumlah saham di PT.Desy Timber di Berau, Komisioner KPK Zulkarnaen dilaporkan atas dugaan penerimaan gratifikasi saat menjadi kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dan yang terakhir Deputi Pencegahan Johan Budi yang dilaporkan karena bertemu dengan anggota DPR M Nazaruddin.

Banyak pihak menilai rangkaian pelaporan-pelaporan terhadap pimpinan KPK sebagai bentuk serangan balik dan balasan atas ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Serangan balasan ini sebagai bentuk pelumpuhan institusi KPK melalui kriminaliasi kepada seluruh unsur pimpinan KPK.

Di kalangan buruh sendiri juga turut merasakan dampak korupsi, seperti mafia hukum yang bermain di pengadilan hubungan industrial sehingga hakim mengeluarkan putusan yang memihak perusahaan.“ Praktik-praktik korupsi di pengadilan kerap merugikan pihak buruh,saat ini birokrat dan pengusaha bersekongkol demi memenuhi hasrat keuntungan perusahaan, yang mengakibatkan kesejahteraan buruh terancam [3]

Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia, bersama kawan-kawan Serikat Pekerja Kertas Pindo Deli (SPKPD) dan Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) turut serta ambil bagian untuk berpartisipasi dalam aksi serentak melawan korupsi yang dilakukan di sembilan kota di Indonesia. Aksi ini dilakukan pada hari Senin, tepatnya 16 Februari 2015 di depan Ramayana Karawang.

Aksi ini adalah suatu simbol perlawanan buruh terhadap korupsi. Dalam aksi ini para peserta membawa Sapu Lidi, yang merupakan simbol tindakan bersih-bersih terhadap Korupsi.  Selain dari itu peserta aksi juga membawa poster-poster yang berisikan tuntutan kepada Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan seluruh proses kriminalisasi komisioner KPK, Staff KPK, dan penggiat Anti Korupsi.



Sumber : Indonesia Darurat Korupsi


Diskusi Organiser FSP2KI



Minggu, 15 Februari 2015 bertempat di sekretariat FSP2KI diadakan diskusi berkaitan dengan organiser. Acara dibuka oleh Nelson F. Saragih, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) yang dengan tegas menyatakan bahwa pendidikan organiser menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kemampuan melakukan kerja serikat dan rekrutmen. 

Minggu, 15 Februari 2015

SP3-TEL Berjuang Untuk Kesejahteraan



Perundingan serikat pekerja dan manajemen perusahaan adalah salah satu komunikasi antara keduabelah pihak. Perundingan dilakukan untuk mencari suatu penyelesaian atas suatu permasalahan yang terjadi. Perundingan juga dapat dilakukan untuk menyatukan persepsi atau pandangan yang berbeda diantara kedua belah pihak.