Seminar Nasional Ketenagakerjaan Saat Kongres FSP2KI ke 4

Prospek industri Pulp dan Kertas dan Tantangan Gerakan Buruh

Aksi UMP 2015 FSP2KI Kordinator Wilayah Sumatera Selatan

Kawan-kawan FSP2KI yang ada di Sumatera Selatan turut serta dalam aksi unjuk rasa Menuntut Diberlakukannya UMP Sumsel Tahun 2015 sebesar Rp 2.213.001,-

Kunjungan ke kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kunjungan ini adalah bentuk perlindungan maternitas bagi buruh perempuan di tempat kerja. Selain itu kunjungan ini dilakukan untuk audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan

Pentingnya Iuran Bagi Serikat Pekerja

Disiplin membayar iuran adalah mutlak diperlukan bagi serikat pekerja disemua tingkatan baik di tingkat pabrik, federasi, konfederasi dan internasional agar bisa membiayai program untuk mencapai tujuan serikat pekerja

Selasa, 25 Agustus 2015

SELAMAT ULANG TAHUN WIJI THUKUL

MEDIA-FSP2KI, Banyak orang tidak mengenal Wiji Thukul, dan banyak juga yang mengenalnya. Para pekerja dibelahan Sumatera, Kalimantan dan masih banyak lagi kota lainnya terkecuali memang jawa banyak yang  mengenal yaitu dikatogorikan pahlawan buruh  Wiji Thukul. Redaksi banyak membaca di medsos tentang pemberitaan Wiji Thukul yang keberanian, kepahlawanannya melawan tirani Orde baru tepatnya Tragedi 98 yaitu dimana hilang tampa bekas sang pahlawan. Dari banyak membaca pemberitaan tersebutlah redaksi mulai tertarik untuk mengangkat sang pahlawan buruh tersebut.Masih adakah Renkarnasi Wiji Thukul pada masa sekarang atau nantinya, ya  kita percaya itu !! selagi masih ada penindasan kaum pekerja, selagi ada ketidakadilan bagi pekerja dan keperpihakan pemerintah bukan pada kesejahteraan pekerja kita yakini itu Wiji Thukul akan lahir kembali entah di kota  mana ? entah dari serikat apa ? untuk mengenang ulang tahun Thukul redaksi mengangkat sebuah puisi yang sering di dengungkan

Senin, 24 Agustus 2015

AKSI SOLIDARITAS UNTUK SERIKAT BURUH KERAKYATAN HONDA PROSPECT MOTOR

MEDIA - FSP2KI, 20 Agustus 2015, berlangsung di kedutaan besar Jepang, sekitar 300an massa aksi mengadakan aksi massa di kantor Kedutaan Jepang di Hl. MH. Thamrin. Aksi yang berlangsung selamam1,5 jam tersebut, merupakan aksi dari massa KPBI dan elemen buruh lainnya untuk memberikan dukungan atas perjuangan buruh PT. Honda Prospect Motor yang mengalami penghalangan dalam membentuk serikat buruh di perusahaan.

PERLINDUNGAN HAK PEKERJA PEREMPUAN

MEDIA FSP2KI - Minggu, 23/08/15 (Perlindungan Hak - hak pekerja perempuan di dalam perusahaan.) diadakan di HPPM Honda purwakarta, Jawa barat. Dihadirin oleh 11 Federasi.       Acara ini diadakan untuk pekerja perempuan, untuk mengetahui hak hak nya terutama dalam hal hak CUTI HAID dan juga perlindungan didalam pengambilan cuti melahirkan, sebelum dan sesudah melahirkan. Pada saat yang sama juga dilakukan sharing antara federasi yg hadir, shearing saat itu memberikan pelatihan dan pembekalan untuk memperdalam pembuatan PKB bagi SPA yg masa berlaku PKB nya atau yang akan berakhir/habis. Industri All menyampaikan pesan yang telah tertuang dalam ratifikasi ILO no 183 tentang  hak cuti melahirkan dari 12 minggu menjadi 14 minggu agar dituangkan ketika melakukan perundingan PKB. Ini harus dijalankan oleh semua perusahaan tidak ada lagi harga tawar untuk hak yang telah dituangkan dalam Undang - undang.Untuk itu ditekankan kepada seluruh pengurus organisasi serikat pekerja untuk tidak lupa dari 12 menjadi 14 minggu hak cuti melahirkan.Dari pembekalan yg diberikan oleh Industrie all  diharapkan dapat menjadi gagasan atau masukan untuk dapat menjalankan hak - hak buruh perempuan.

Satu hal lagi masih banyak manajemen perusahaan di Indonesia ini secara tidak lansung tidak mengakui hak - hak perempuan, semisalnya dengan melakukan check fisik Haid. Undang - undang 13 tahun 2003 telah menetapkan hak atas cuti haid diberikan 2 hari, meskipun hal tersebut telah tertulis atas hak tetapi pelaksanaannya madis banyak unsur ketidak percayaan terhadap pekerja perempuan yang akan mengambil hak cuti haidnya. Lazimkan dengan melakukan pemeriksaan pada bagian organ sensitif atas dasar pembuktian ? Tidak cukupkan dengan surat pernyataan Dokter untuk meyakinkan pengusaha ? Negeri kita memang aneh yang sudah menjadi hak yang dituangkan dalam sebuah tulisan ysitu undang - undang masih saja di pertayakan.

Fsp2ki melalui srikandi - srikandi pejuang buruh tetap memperjuangkan hak - hak kaum buruh perempuan. Perwakilan yg  hadir  dari Fsp2ki adalah ibu Sujana Purba . Tri Gusida dan juga perwakilan dari calon SPA baru dari DCK yaitu Ibu Badria. Ibu Nani . ibu Atem.

FSP2KI yang berafliasi ke Industri All selalu membawa perubahan - perubahan baru yang memperjuangkan hak kaum perempuan, kita tidak boleh mengabaikan hak gender karena kaum perempuan berperan sangat penting dalam membangun kemasyuran dunia, coba bayangkan bila hak - hak kaum perempuan terabaikan, tertindas atau termaginalkan padahal kita tahu dari rahim seorang perempuanlah pemimpin di seluruh dunia ada, apakah layak mereka ditindas yang penindasnya juga lahir dari rahim perempuan.

PKB ITU SEDERHANAN KOK !!

Media FSP2KI,Sabtu, 22 Agustus 2015, selama 3 jam efektif kami berdiskusi mengenai strategi memenangkan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di perusahaan. Sebenarnya, ini sudah menjadi agenda sejak lama, tetapi entah kenapa tertunda berkali-kali. Salah satunya, menurut saya adalah karena “kengerian” pengurus Serikat Buruh di Pabrik yang memandang perundingan PKB sebagai sebuah arena tarung hidup mati, meski tak sepenuhnya salah, saya mengatakan dengan terpaksa bahwa hal ini sangat merugikan, terutama buat serikat yang sedang memulai perundingan.

Melalui pendiskusian yang ringan, akhirnya bersama SP. Kimberly Clark Indonesia, di ruang Sekretariat yang mungil itu kami menemukan beberapa pemahaman bersama tentang PKB, semoga bermanfaat untuk kawan-kawan lain :

1. PKB adalah kepentingan buruh, artinya sebagai sebuah kepentingan dipastikan dia tidak selalu memiliki referensi hukum. Maka, tek perlulah pusing 13 keliling menemukan referensi hukum. Gali saja dari anggota, kenapa (misalnya) meminta tambahan uang makan di kantin pabrik.Semakin banyak alasan terungkap semakin bagus.

2. PKB itu diatas normatif, artinya gak usahlah ngotot berunding untuk hal-hal yang berkaitan dengan aturan undang-undang. Misalnya : tak perlu berantem dengan pengusaha hanya untuk merundingkan hak cuti 12 hari/tahun. Ada mekanisme pengawasan Disnaker kalau hal itu dilanggar.

3. Hal-hal yang nilainya dibawah undang-undang, maka otomatis demi hukum batal. Misalnya saja di kontrak PKWT tertulis, upah buruh kontrk 95% dari nilai UMK, maka harus dibatalkan, bahkan ada sanksi pidananya.

4. Yasin –sekretaris SP. KCI--, mengutip pernyataan Indah Saptorini dalam sebuah pendidikan PKB di Semarang : Dapat dikatakan semua PKB di Indonesia itu “buruk”, sebab isinya copy paste undang-undang. Padahal sebenarnya (mungkin) hanya perlu berisi 5 pasal saja yang nilainya diatas undang-undang.

Selasa, 18 Agustus 2015

BURUKNYA MENEJEMEN K3, PT.KARAWANG PRIMA STEEL,MEMAKAN 10 KORBAN

15 Agustus 2015, pukul 15.30, ketika negeri ini bergegas menyiapkan pesta kemerdekaannya, buruh Indonesia bersimbah darah, direnggut kemerdekaannya oleh pemodal yang abai dan menjadikan nyawa buruh seolah tak berguna, sebagai tumbal untuk mengeruk keuntungan berlipat ganda.  10 orang buruh PT. KPSS berlokasi di Pangkalan, Loji Karawang menjadi korban kecelakaan atas meledaknya tungku peleburan besi baja di perusahaan pengolahan baja tersebut.

Menurut para buruh, salah satu penyebab terjadinya ledakan, adalah karena perusahaan kejar target keuntungan dengan mengabaikan sortasi bahan baku yang dilebur diantaranya tabung dan bekas dongkrak hidrolik. Menurut para buruh, komposisi pada bahan-bahan tersebut memang sangat rentan menyebabkan ledakan ketika dilakukan peleburan dengan suhu tinggi. Disamping itu, kondisi tempat kerja yang sangat buruk juga menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi tersebut antara lain : tidak ada rambu-rambu keselamatan, lokasi berbahaya yang sangat dekat dengan lalu lalang buruh, alat pelindung diri yang seadanya dan yang lebih parah lagi para operator yang mengoperasikan mesin peleburan besi tersebut tidak memiliki sertifikasi dan tentu saja mereka bekerja dibawah tekanan, ancaman dan kadang diperintah dengan cara yang kasar oleh atasannya. Kecelakaan sebelumnya pada tahun 2012, bahkan merenggut lebih banyak korban meninggal.

Perusahaan ini, bukan saja abai terhadap ketentuan K3, tetapi juga pelanggar hukum yang keras kepala. Seminggu sebelum lebaran, para buruh melakukan aksi mogok dikarenakan perusahaan membayar THR yang tidak sesuai dengan ketentuan dan perusahaan juga mengabaikan nota pemeriksaan pengawas Disnakertrans Karawang yang menyatakan bahwa para buruh, statusnya demi hukum menjadi PKWTT / Buruh tetap di perusahaan.

10 orang buruh yang mengalami kecelakaan, kondisinya 2 orang masih kritis dan dirawat di RS. Hasan Sadikin Bandung (Sudirman dan Karma), 4 Orang masih dirawat di RSUD Karawang (Dasum, Badrudin, Keman, Aneng) dan 3 orang sudah diperbolehkan pulang karena mengalami luka ringan (Zarkasih, Hamid dan Eka). Sementara seorang seorang tenaga kerja asing dari Tiongkok yang menjadi korban telah meninggal dunia pada hari Senin (17/8) pukul 18.00.

Perlu diketahui, bahwa tenaga kerja asing yang meninggal tersebut, merupakan salah satu dari sekitar 60an tenaga kerja asing asal Tiongkok yang ada di perusahaan tersebut. Sungguh sangat ironis, para pekerja asing tersebut, bukanlah merupakan tenaga kerja ahli, sebab hanya bekerja sebagai supervisor dan  operator dengan upah sekitar 8-9 juta rupiah, sementara para buruh lokal hanya menerima upah sesuai UMK dan hak-hak normatif lain yang masih dilanggar.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Federasi Serikat Buruh Kerakyatan menyatakan sikapnya sebagai berikut :
1.     Menyatakan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban dari pihak buruh;
2.     Mengecam dengan keras, sikap perusahaan yang mengabaikan sistem manajemen K-3 sehingga menyebabkan kecelakaan bagi buruh;
3.     Mendesak kepada Kepala Disnakertrans Karawang untuk segera mengusut berbagai pelanggaran normatif di perusahaan dan keberadaan pekerja asing yang disinyalir melanggar ketentuan mengenai penempatan tenaga kerja asing di Indonesia;
4.     Mendesak kepada Kepala Kantor Imigrasi Karawang untuk segera melakukan pemeriksaan keberadaan tenaga kerja asing di perusahaan dan apabila ditemukan keberadaan tenaga kerja asing yang tidak sesuai ketentuan undang-undang untuk segera dideportasi;
5.     Mendesak Kepala Polres Karawang untuk segera menuntaskan pengusutan dan penyisikan kasus ini dan menyeret pimpinan perusahaan atas kelalaiannya yang menyebabkan jatuhnya korban dan menghukum dengan hukuman maksimal.

Senin, 17 Agustus 2015

MEMBERDAYAKAN IURAN ANGGOTA, BELAJAR DARI PENGALAMAN FBTPI

Ilhamsyah yang hadir sebagai fasilitator pendidikan Dasar-dasar Serikat Buruh, adalah Ketua Umum Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia. Peserta pendidikan mendapatkan gambaran yang sangat serius mengenai pentingnya iuran, sebab bagi sebuah serikat buruh, iuran ibarat urat nadi yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh kita, tanpa iuran, pastilah organisasi serikat kita latu dan segera mati.

Bagaimana FBTPI menggerakkan iuran anggota, Ilham berbagi dengan peserta tentang iuran anggota. Di Wilayah Jakarta, terdapat sekitar 2400 anggota. Sumber dana serikat yang pertama berasal dari  UANG PANGKAL KEANGGOTAAN sebesar Rp. 50.000. Peruntukannya adalah untuk membayar iuran anggota yang pertama sebesar Rp. 20.000, Uang Gedung / Uang sekretariat sebesar Rp. 20.000 dan Rp. 10.000 untuk membayar KTA.
Dana iuran perbulan / anggota adalah sebesar Rp. 20.000 yang diserahkan kepada Federasi. Sementara untuk menggerakkan serikat tingkat basis / pabrik diputuskan oleh pengurus secara internal sesuai RAPBS selama setahun dari serikat tersebut. Karena sebagian besar anggota FBTPI adalah sopir, maka penarikan iuran dilakukan secara manual. Kendalanya, ada beberapa basis yang kemudian terlambat menyetorkan iuran. Untuk menegakkan disiplin, FBTPI melakukan teguran tertulis kepada Serikat yang terlambat membayar iuran.

Diluar iuran wajib perbulan, FBTPI juga memiliki mekanisme DANA JUANG, yaitu dana yang dipungut secara resmi oleh Federasi dari hasil perjuangan hak normatif, misalnya saja upah, bonus dll. Besarnya 10% dari total hasil perjuangan dan pembagiannya adalah 3% untuk basis serta 7% untuk Federasi. Dari iuran, uang pangkal dan dana juang, sepanjang tahun 2014, FBTPI berhasil menggalang dana sebesar 700an juta rupiah.

Bagaimana dengan iuran serikat anda? (khi)

Minggu, 16 Agustus 2015

IURAN SEBAGAI URAT NADI SERIKAT

Bertempat di sekretariat FSP2KI, tidak kurang dari 45 peserta ikut hadir dalam pendidikan Dasar-dasar Serikat Buruh dengan pemateri Ilham Syah dari KP-KPBI. Para peserta, hadir dari serikat pekerja anggota FSP2KI wilayah Jawa Barat antara lain SPK-PD, SP-KCI dan 3 serikat abru yaitu SP-DCK, SP-Sji dan SP-KMP.

Diawal Sesi, Ilham Syah bercerita mengenai  beberapa prinsip pembentukan organisasi Serikat Buruh. Ilham, menegaskan bahwa serikat buruh, adalah organisasi yang dibangun dari semangat kolektif  buruh, digerakkan oleh kekuatan buruh dan ditujukan untuk kesejahteran kaum buruh. Untuk itulah, kenapa serikat buruh harus memiliki sebuah panduan dasar yang menggerakkan anggotanya untuk mewujudkan semangat dan cita-cita buruh yaitu kesejahteraan buruh dan anggota keluarganya.

Salah satu pokok prinsip bagi serikat buruh, adalah iuran yang diharapkan mampu menggerakkan  seluruh sendi organisasi, semisal rapat, pendidikan, diskusi, aksi bahkan sampai pemogokan. Tanpa iuran, serikat buruh ibarah tubuh yang hidup tanpa aliran darah, selain terlihat tidak segar, tentu saja perlahan akan mati.

Bambang Tambora yang menjadi co-fasilitator dalam pendidikan tersebut, menyebutkan bahwa tema dasar-dasar serikat buruh menjadi sangat penting sebab sebagian peserta adalah pengurus baru didalam serikatnya sehingga diharapkan akan mampu memberikan bekal untuk menggerakkan roda organisasi. Pendidikan merekomendasikan adanya pendidikan tematik yang rutin diselenggarakan di tempat kerja (khi).

Rabu, 12 Agustus 2015

AGHIFFARI AQSHA: SUARA RAKYAT TERTINDAS ADALAH ENERGI LBH JAKARTA


ALGHIF,LBH JAKARTA, SUARA RAKYAT DAN DIVERGENT


Senin, 11 Agustus 2015, saya dan beberapa kawan lain, berkesempatan menghadiri pelantikan Alghiffari Aqsha sebagai Direktur baru di LBH Jakarta, menggantikan Direktur lama, Mayong sang direktur ke-12.

Ada beberapa catatan menarik yang saya rekam, dari pernyataan beberapa kawan yang berbicara di mimbar siang itu. Dalam pidato pisah sambutnya, Mayong mengingatkan tentang pentingnya transparansi keuangan dan kerja yang belum selesai, banyak mimpi tertundanya yang diharapkan selesai ditangan anak muda bernama Alghif. Juga, peringatan Mayong mengenai SOP keuangan yang harus diselesaikan Mbak Uni, Kepala Kantor. Bagi sebagian besar klien, kepala Kantor terkesan gak populer karena gak terlalu sering berhubungan. Sejak saya mengenal LBH Jakarta di tahun 2001, Kepala Kantor ini memang bertangan besi dalam anggaran. Kesuksesan Mbak Uni –kata Ocid—adalah karena keberhasilan menghemat. Ungkapan canda yang menurut saya sangat penting. Bukan bermaksud pelit, tapidemi efisiensi di segala bidang (ungkapan khas mentri Harmoko?). Sebab setiap rupiah, haruslah bermakna bagi si miskin yang dibela.

Kembali ke Alghif, harapan tertumpu pada anak muda ini sebab semangatnya luar biasa. Bersaing dengan Isnur, Tiwik dan Tommy, mereka berebut suara menduduki jabatan direktur. Bukan sebuah kompetisi, tapi demi menjalani mekanisme yang sudah berlangsung sangat lama. Siapapun yang jadi direktur, diyakini mampu membawa LBH Jakarta ke arah perubahan. Isnur, Tommy dan Tiwik, adalah nama patent untuk sebuah kesuksesan berperkara. Demikian juga Alghif. Hebatnya, Alghif memperluas kepemimpinan kolektif kolegial bukan saja ditangan para pimpinan (direktur dan para wakil) tetapi juga partisipasi para pengacara publik yang ada di gedung Diponers itu.

Sebuah kalimat yang diucapkan Alghif, menyentuh pikiran saya ketika dengan kalem dia menyebutkan bahwa  SUARA RAKYAT TERTINDAS, ADALAH ENERGI LBH JAKARTA, seolah melengkapi pernyataan Mas Dadang, Senior LBH Jakarta yang sekarang aktif di lembaga lain : LBH Jakarta adalah keajaiban dunia! Ungkapan Alghif  dan Mas Dadang memang beralasan, sebab sejak tahun 1970, ketika Soeharto mulai moncer, LBH Jakarta membawa suara rakyat dalam gerbongnya, maka disebutlah dia sebagai lokomotif perubahan kala itu. Peran yang terus bertransformasi seiring perubahan rezim dan situasi politik. Tapi, LBH Jakarta tetaplah hangat! Rakyat tertindas, dari semua sisi, semua isu, semua kalangan, semua sektor bertemu di LBH Jakarta. Itulah kenapa LBH Jakarta menjadi tempat netral pertemuan semua element. Ketika serikat A tidak mau ketemu di kantor serikat B karena konflik, tapi mereka sama-sama hadir ketika LBH Jakarta yang mengundang. Sungguh keajaiban yang terus berlanjut. Ungkapan Alghif, semoga menjadi spirit bagi generasi muda yang fresh di kantor itu untuk menemukan spirit awal terkait keberpihakan pada yang terpinggirkan.

Kedua, Alghif menyebut sebuah judul film : DIVERGENT untuk menggambarkan tentang klasifikasi masyarakat berdasarkan “watak/sifat” nya. Masyarakat, dipecah dalam (setidaknya 4 kelas berbeda) dan masing-masing di”paksa” memilih. Penyimpangan atas pilihan, sebut saja sesorang yang berpindah kelas, atau mempunyai 4 watak sekaligus maka dirinya dalam bahaya besar. Bukan tidak mungkin, dirinya akan dibunuh dengan tuduhan menggangu tatanan masyarakat. Padahal, sebenarnya kalsifikasi itu hanya “permainan” rezim untuk mengendalikan masyarakat agar tidak kuat. Di sekuel fim kedua berjudul INSURGENT, pertarungan itu diperjelas. Dalam bahasa yang lain, Dian (FBLP) mengatakan bahwa sistem pendidikan kita dibuat seperti itu dengan sistem kejuruan agar masing-masing bergerak pada pilihannya dan tidak menyimpang. Padahal, sebagaimana yang kita tahu, sistem pendidikan yang telah dikapitalisasitersebut  bertujuan membuat masyarakat mudah dikendalikan (baca : untuk memenuhi kebutuhan industrialisasi).

 Nah, Alghif, rupanya sadar akan hal ini dan kemudian harusnya menjadikan tim Pengacara Publiknya menjadi anak-anak muda bertalenta tinggi dengan kemampuan yang sangat komplit. Tim LBH Jakarta, setidaknya sejak dipimpin Asfinawati, setidaknya memberikan sebuah “oase” baru sebab mereka mampu menunjukkan wajah humanis lembaga bantuan hukum yang tetap tegas tapi performance penghuninya yang “gaul”. Asfin yang jago piano, Mayong yang gitaris Diponers 74 (grup Band LBH Jakarta), Alghif yang menggesek celo.....setidaknya menjadi hiburan yang mengasyikkan.

Dalam beberapa kali diskusi dengan kawan-kawan buruh di basis, mereka bertanya, siapa di LBH Jakarta yang bisa jadi chanel untuk mendiskusikan kasus-kasus? Saya jawab, bertemulah dengan sispapun disana, kalian akan menemukan jawaban. Sebab, berbicara LBH Jakarta, adalah berbicara tentang sistem. Tentang orang-orang yang dipilih dengan mekanisme patent dan jaminan demokratisasi yang luar biasa. Semua, bekerja dengan standard pembelaan kaum miskin yang memastikan nyaman bagi klien sebab klien berkuasa atas pilihannya, semua bekerja mengabdi pada sebuah platform dan semua berkeinginan sama : menjadikan rakyat tertindas, terdengar suaranya dimuka rezim, sebab itulah energi LBH Jakarta. Terpilihnya Alghif, semoga menegaskan garis itu.
Mengakhiri catatan pendek ini, saya ingin menyatakan bahwa 2 hal yang paling penting ketika pengacara publik LBH Jakarta bekerja adalah : keberpihakan total pada kepentingan klien (demi mendorong perubahan fundamental) dan keberadaan mereka ditengah korban.

Selamat bekerja Alghif, selamat berkolaborasi Tiwik, Tommy dan Isnur dan semua kru. Terima Kasih LBH Jakarta, Terima kasih Mayong!

Selasa, 11 Agustus 2015

MID TERM EVALUATION MEETING

Media _ FSP2KI Pada hari kedua Mid Term Evaluation Meeting ini di buka oleh Bung Khamid dengan pemaparan – pemaparan kerja Fsp2ki. Bung Khamid selaku kordinator Projek Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia memberikan rekomendasi untuk kerja pimpus dan korwil yang ada antara lain :
1.  Korwil Jabar untuk lebih meningkatkan kerjanya lagi ( korwil jabar telah mengorganisizing tiga SPA
     Baru yang akan bergabung )
2.  Mengagendakan pelatihan Organisizing untuk Sumsel dan Riau.
3.  Pimpus harus memiliki tim Advokasi yang baik untuk membantu SPA.
4.  Perusahaan yang belum mengenal Fsp2ki temui secara kontinyu.
5.  Pengadaan b uku saku untuk tim organizer.
Ada tiga agenda yang akan disampaikan pada Mid Term Evaluatiom Meeting saat ini yaitu :
1.  Advokasi
2.  Pendididikan
3.  Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ).
Pada tahun ini ota Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia telah  mendapatkan tujuh anggota baru : Dua Anggota dari Riau dan 4 Anggota dari Karawang, semua lagi sedang masa proses untuk terbentuknya serikat pekerja mereka.


Tidak ketinggalan juga Presideng Fsp2ki memberikan kritikan, masukkan dan nasehat kepada peserta yang hadir, Bung Hamdani mengatakan “ mau di bawa kemana Federasi  kita ini” banyak pimpus yang telah mendapatkan pelatihan dari Federasi atau pesan yang harus diberikan kepada serikat pekerja anggota, tidak disalurkan ke SPA masing-masing. Dan juga kemandirian dari Federasi sampai kapan kita berdiri sendiri dan tidak bergantung lagi pada Papper Swedia yang selama ini mendanai Federasi, dikarenakan pada tahun 2016 kerjasama fsp2ki dengan Papper Swedia akan berakhir. Sampai saat inipun masih banyak SPA yang belum patuh terhadap kewajibannya. Bahkan terucap dalam kata Presiden fsp2ki “apakah kita harus tidak memberikan pelayanan kepada SPA yang tidak memberikan kewajibannya”. Sejauh ini Fsp2ki jucup loyal untuk anggotanya itu dikarenakan semata – mata Solidaritas.
Bung Hamdani juga mengatakan terima kasih kepada tim Organisizing yang telah bekerja dengan baik sehingga mendapatka SPA yang baru, tetapi semua itu tidak mudah untuk diraih itu didapatkan karena melalui pendidikan dan struktur rekrutmen yang terstruktur. Bung Hamdani juga menyadari lambatnya Organizer fsp2ki bekerja dikarenakan hambatan biaya, tetapi semua itu bukanlah menjadi penghalang dimana ada kemauan atau tanggung jawab  dalam mengemban tugasnya tidak ada yang tidak bias. Presiden Fsp2ki juga mengucapka terima kasih kepada Papper Swedia yang selama ini telah membantu sejak mulai dari 2008 sampai saat sekarang ini. Beliau mengucapka terima kasihnya kepada MR. Lasse Wahlstedt ( papper Swedia ) dan Mr. Somahsundram ( Senior avisor Projec).

Pada hari yang sama Asfinawati mantan direktur LBH juga memberikan pembekalan kepada pimpus mengenai Standar Operasional Prosedur Advokasi. Beliau mengatakan sesuatu yang Urgent itu belumlah tentu penting. Pelatihan Advokasi yang diberikan oleh Asfinawati memang tidak begitu lama berdurasi kira – kira 3 jam tetapi meskipun begitu banyak manfaat yang di dapat oleh pimpus dari materi yang diberikan. Kalau kita tahu masalahnya pastilah penyelesaiannya menjadi benar, begitu juga sebaliknya. Begitu banyak masalah yang di hadapi oleh perburuhan di Indonesia  secara garis besar apa bila diurutkan : Kebijakan Negara, Peraturan perundang – undangan, PKB, Peraturan Perusahaan dan Praktek/kasus. Secara garis besar pula yang menjadi panduan Advokasi itu adalah : Analisa, Alur penanganan kasus , Aksi, Etika dan Aksi. Sedemikian jauh pembekalan yang di dapat oleh pimpus semoga pimpus fsp2ki semakin dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik dan benar untuk mengadvokasi dan mensejahterakan anggota.

WAKTU YANG TEPAT TIDAK PERNAH DATANG APABILA KITA HANYA MENUNGGU.