MENGANGKAT KETERPURUKKAN SERIKAT PEKERJA DEMOKRAT LONTAR PAPYRUS JAMBI

Serikat Pekerja Demokrat Lontar Papyrus, Jambi (SPD) Lontar, mulai bangkit berbenah diri semenjak kepengurusan baru yang diketua oleh Karyawan Daeli. Beliau bahu – membahu bersama beberapa pengurus yang lainnya bangkit dari tidur panjangnya, Karyawan Daeli hanya didampingi tidak lebih kurang 8 orang pengurus aktif, jumlah pengurus yang sangat minim untuk melindungi dan mensejahterakan anggota yang ekitar 1300 orang. Kepengurusan Karyawan Daeli dan teman – teman masih seumur jagung, yang baru dilantik bulan Januari 2015 harus menghadapi segudang permasalahan mulai dari Efesiensi karyawan, kebebasan berserikat, PKB yangdi kebiri dll.

img-20161001-wa0014
Oleh karena itu SPD memulai dengan pendidikan dari mulai pengurus yang harus meng-Upgrade kemampuanya sampai dengan memberikan pemahaman kepada anggota. Diantara sesama pengurus terkadang timbul rasa tidak percaya diri apakah mampu menyelesaikan tugas yang berat ini.
Maka dimulailah dari pendidikan, 01 – 02 Oktober 2016 SPD Lontar mendapatkan pendidikan Advokasi dan PKB yang mana bulan Januari 2017akan melakukan perundingan PKB. Pendidikan tersebut difasilitasi oleh Korwil Sumatera selatan yang anggrannya dari Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI).
Untuk Pendidikan Advokasi diundang pemateri dari LBH Jakarta yang diwakili oleh Gading, beliau menyampaikan materi advokasi secara jelas dan lengkap, antusiasisme peserta sangat tinggi ada banyak pertanyaan yang diajukan sebelum sempat materi selesai dijelaskan. Semangat itu timbul dikarenakan rasa keingintahuan yang kuat dari peserta.
Materi kedua adalah PKB yang pemeterinya lansung dari FSP2KI yang diwakili Oleh Joni Sibarani (Pimpus bidang Media dan Propaganda), beliau menyampaikan nilai – nilai kesejahteraan yang dituangkan di dalam PKB harus lebih tinggi dari Undang – undang. Tidaklah gampang mendapatkan hasil dari perundingan, perlu kerja keras tim untuk merumuskan draf PKB, banyak waktu dan tenaga yang harus dihabiskan untuk pembahasan draf sebelum naik ke meja perundingan.