1 September, APP Janji Tak Terima Kayu dari Hutan Alam

A villager stands next to a pile of wood cut illegally at a forest in the North Kolaka district of Indonesia's South Sulawesi province 
Asia Pulp & Paper Group (APP)  mengklaim tidak akan menerima kayu dari hutan alam mulai 1 September 2013. Perusahaan berkomitmen untuk mengakhiri deforestasi di seluruh rantai pasokannya.
Kebijakan Konservasi Hutan APP (Forest Conservation Policy/FCP), yang mengakhiri pembukaan hutan alam di rantai pasokannya telah diumumkan pada 5 Februari tahun ini. Hutan alam akan diidentifikasi melalui penilaian Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) dan Stok Karbon Tinggi (High Carbon Stock/HCS) yang saat ini masih berlangsung di seluruh lahan konsesi APP di Indonesia.
Penilaian ini ditargetkan selesai pada awal tahun depan dan dilakukan oleh The Forest Trust (TFT) serta tim penilai independen HCV, untuk menentukan bagian dari konsesi milik pemasok APP yang merupakan hutan alam. Seluruh hutan yang teridentifikasi sebagai hutan alam akan dilindungi.
“APP telah mengumumkan tenggat waktu yang pasti, yaitu pada 31 Agustus 2013, untuk memastikan semua kayu dari hutan alam yang ditebang sebelum 1 Februari 2013 telah masuk ke dalam pabrik pulp. Setelah tanggal ini, tidak ada lagi serat kayu yang berasal dari hutan alam yang masuk ke dalam tempat penyimpanan kayu APP,” jelas Managing Director of Sustainability APP Aida Greenbury dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6/2013).
“Kami terus mengupayakan kemajuan dan akan memastikan bahwa bisnis kami sepenuhnya menjadi berkelanjutan. Hal ini akan memungkinkan kami untuk terus melanjutkan bisnis kami di tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.
Penambahan tenggat waktu yang pasti bagi semua kayu hutan alam yang telah ditebang untuk masuk ke dalam pabrik pulp, kata dia, bukti nyata dari program keterlibatan para pemangku kepentingan….(sumber asli : Okezone.com) 
Referensi dari :  http://apki.net/?p=3545