Aksi Buruh Melawan Korupsi



Gejolak yang saat ini menimpa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi Republik Indonesia (POLRI) membuat situasi politik nasional memanas. Berbagai pihak kemudian terlibat dalam pertarungan tersebut yang oleh banyak kalangan disebut sebagai perseteruan Cicak – Buaya Jilid 2. Bagaimana sikap kaum buruh Indonesia menghadapi hal ini..?

 

Tanggal 24 Januari 2014, dalam aksi di depan kantor KPK yang dihadiri oleh berbagai elemen seperti Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta), Indonesia Corruption Watch (ICW), Komisi Untuk Orang hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan berbagai serikat buruh. Bagi Buruh, korupsi merupakan musuh yang sangat besar sebab korupsilah yang menjadi biang keladi dari sistem yang menjerat kaum buruh tersebut. Sebut saja upah. Kaum buruh di Indonesia sangat mengetahui bahwa proses penetapan Upah Minimum Propinsi (UMP) sangat rentan terjadinya penyelewengan.
Ketika upah ditetapkan, banyak terjadi penangguhan atau pembayaran upah di bawah UMP tanpa prosedur, maka itu adalah korupsi. Bisa dibayangkan ketika di pabrik ada 1000 buruh dan masing-masing buruh upahnya dikurangi sebesar Rp. 200.000, maka sebenarnya telah terjadi korupsi sebesarRp. 200.000.000. Berapa yang dikorupsi selama setahun..? Tentu sangat besar sekali.
Bagi buruh, korupsi juga merupakan musuh utama di dalam organisasi. Iuran yang masuk kepada federasi misalnya, ketika tidak dikelola dengan baik maka akan mempermudah terjadinya korupsi. Sungguh, korupsi menjadi musuh utama yang nyata bagi serikat buruh.
Dalam kaitan dengan gejolak di perpolitikan nasional, tentu kaum buruh Indonesia berkepentingan untuk ikut menyikapi secara tegas. Konteksnya, memberikan dukungan agar konflik ini segera berakhir dan aparat penegak hukum bekerja dengan baik. Sebagai contoh, tahun 2011 apa yang terjadi di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung ketika seorang hakim tertangkap tangan menerima sogokan dari pengusaha untuk mengatur putusan sebuah kasus..

Korupsi, adalah musuh bersama kita. Mari bersatu melawannya…..(khi)