AKSI BURUH PEREMPUAN DI DPR RI

Rabu, 08/03/2017, buruh Perempuan Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI ) dan unsur elemen buruh lainnya bergerak mensuarakan tuntutan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republk Indonesia ( DPR RI ). Massa aksi didominasi buruh perempuan sekitar 500 orang. FSP2KI yang berafliasi dengan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia ( KPBI ) dengan federasi lainnya yang di bawah KPBI ikut bersama – sama meneriakkan tuntutan.

IMG-20170308-WA0006
Tuntutan aspirasi buruh perempuan
Buruh perempuan yang selama ini merasakan belum mendapatkan kesetaraan hak dan kesejahteraan oleh karena itu buruh perempuan menuntut pemerintah agar meritivakasi konveksi IO 184 yaitu menuntut cuti melahirkan menjadi 14 minggu dan cuti haid yang di atur di dalam UUK 13/2003 tidak perlu menggunakan surat Dokter, haid sudah menjadi naturalnya perempuan dewasa sudah menjadi bagian dari reproduksi wanita dewasa.

Srikandi Pulp dan Kertas bersuara.

Buruh perempuan FSP2KI, Ida Lasmauli Penggabean memegang mix pengeras suara meneriakan tuntutan, berteriak dengan pasih dan berani dan lantang di atas mobil komando, “ kita harus semangat dan terus berjuang sampai hak maternitas kita di sah kan dalam undang – undang dan di muat dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ).
Sri kandi pulp dan kertas Suzana juga ikut meneriakan tuntutan dengan memberikan semangat kepada pekerja “ Perubahan tidak akan dating karena di minta atau diharapkan tapi harus direbut dengan perjuangan”. Ada banyak diskriminasi pada buruh perempuan, ada banyak pelecehan seksual di tempat kerja, banyak persoalan buruh perempuan yang harus di selesaikan untuk itu kami meminta pemerintah turut campur mensahkan RUU kekerasan seksual.