AKSI SOLIDARITAS UNTUK SERIKAT BURUH KERAKYATAN HONDA PROSPECT MOTOR

MEDIA – FSP2KI, 20 Agustus 2015, berlangsung di kedutaan besar Jepang, sekitar 300an massa aksi mengadakan aksi massa di kantor Kedutaan Jepang di Hl. MH. Thamrin. Aksi yang berlangsung selamam1,5 jam tersebut, merupakan aksi dari massa KPBI dan elemen buruh lainnya untuk memberikan dukungan atas perjuangan buruh PT. Honda Prospect Motor yang mengalami penghalangan dalam membentuk serikat buruh di perusahaan.


Sejak April 2015, buruh di perusahaan telah membentuk serikat buruh baru, berafiliasi dengan Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK). Namun, tak lama sesudah itu, perusahaan melakukan upaya untuk menghalanginya dengan berbagai cara, salah satunya dengan menskorsing para buruh yang menjadi pengurus. Misalnya saja Kerly, Koordinator Lapangan di perusahaan mendapatkan ancaman dan intimidasi dari atasannya, bahkan kemudian pimpinannya melakukan penggeledahan laci kerjanya dan merampas formulir pendaftaran serikat buruh. Selanjutnya Kerly di skorsing, upahnya dipotong dan bonus tahunan yang menjadi haknya tidak dibayarkan.

Nelson F. Saragih, mewakili FSP2KI hadir dalam aksi tersebut dan memberikan dukungan solidaritasnya. Dalam orasinya di depan gedung kedutaan Jepang, Nelson menyampaikan bahwa sebagai perusahaan kelas dunia, Honda sepantasnya mengharagi hukum Indonesia. Sebab, Honda terikat dengan mekanisme OECD guidelines, sebuah mekanisme yang sengaja dibuat oleh sekelompok pengusaha Jepang dan Internasional berisi kesepakatan untuk menghormati hukum di sebuah negara. Nelson menyatakan bahwa FSP2KI akan hadir dalam berbagai aksi berikutnya sebagai bentuk dukungan nyata bahwa buruh adalah bersaudara. Sohari, ketua FSPBI Serang yang juga memberikan orasinya menyatakan kesamaan kasus di federasinya, dimana sampai saat ini, SK Pencatatan pembentukan federasinya belum diterbitkan oleh Kepala Disnaker setempat.

Sesudah aksi di Kedubes Jepang, SERBUK HPM melanjutkan aksi di Kantor Menaker RI. Pada pukul 17.23 rombongan delegasi diterima oleh Staff Ahli Menaker yang berjanji akan memfasilitasi penyelesaian kasus ini. Bersamaan dengan aksi tersebut, Menaker RI, Hanif Dhakiri sedang berada di Bandung untuk acara internal kementrian. Pada pukul 23.00, rombongan lain yang berasal dari Serbuk HPM berusaha menemui Menaker Ri di Bandung dan diterima disela-sela acara internal Kemenaker.

Majulah perjuangan Buruh HPM!