BAHAYANYA ASBESTOS

KONFERENSI ASBESTOS DI JAKARTA, 2-4 NOVEMBER 2016

Tanggal 2-4 November 2016, KPBI diundang dalam SEA-BAN Meeting (South East Asia Ban Asbestos Network Meeting). Ini, adalah konferensi jaringan Asia Tenggara untuk program penolakan penggunaan bahan berbahaya bernama asbestos dalam kehidupan sehari-hari kita.

index

Asbestos, banyak ditemui dalam pembuatan produk atap rumah.Pabrik atap asbes, tersebar di berbagai tempat seperti Bogor, Bekasi, Karawang, Jogja,dan beberapa kota di Jawa Timur. Meskipun berbahaya, produksi masih dijalankan setidaknya karena 2 alasan yaitu : bahan baku murah dan peraturan yang “melarang” penggunaan asbestos masih berperspektif pengusaha. Sehingga tak aneh kalau kemudian dengan berbagai dalih, pengusaha menutupi penggunaan bahan ini dalam produksinya, yang lebih parah lagi, mereka menutupi bahaya asbestos terhadap para pekerjanya. Pengunaan bahan berbahaya asbestosis, dalam waktu diatas 10 tahun, akan menyebabkan potensi sangat besar bagi penggunanya terkena penyakit semisal kanker paru-paru. Perlu diketahui, bahwa bahan asbestos juga banyak digunakan dalam kampas rem, alat-alat elektronika, peralatan listrik, dan permainan anak-anak kita di rumah.

SEA-BAN Meeting 2016, merupakan undangan Internasional pertama yang dihadiri oleh KPBI paska Kongres di Bogor. Pertemuan ini penting sebab akan menjadi salah satu fokus KPBI sebagai Konfederasi pelopor K3 dalam program kerjanya. Disamping itu, Konferensi juga sebagai momentum membangun jejaring antarserikat di kawasan ASEAN sebab SEA-BAN meeting juga dihadiri oleh perwakilan serikat buruh dari Philipina, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Thailand. Sementara beberapa serikatdari Australia juga turut hadir antara lain Serikat Maritim (MUA), Serikat Konstruksi (CFMEU), Serikat Listrik (ETU), dll. Australia hadir sebab mereka memiliki pengalaman panjang dalam memperjuangkan penghentian penggunaan asbestos di negaranya.

  1. Beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti adalah :
    Diharapkan KPBI bisa bergabung dengan INABAN (Aliansi di Indonesia yang fokus bekerja dalam issu asbestos.
  2. Hadir juga beberapa serikat dari Indonesia antara lain SPN, SPMI, FKUI dll sehingga membuka peluang membangun jaringan.
  3. Tanggal 4 November 2016 sudah diselenggarakan aksi ke Kemenaker RI. Pertemuan dengan Dirjen Binawas akan menjadi awal bagi kita untuk terus memperjuangkan tujuan penolakan asbestos ini dan mendesak penggantian bahan baku yang lebih aman.
  4. Akan ada advokasi terhadap korban, setidaknya sudah ada 9 orang yang terpapar asbestos
  5. Jaringan INABAN akan bekerja sama dengan jaringan serupa di negara lain terutama ASEAN

Demikian informasi ini semoga dapat menjadi bahan diskusi dan sekaligus mengajak kawan-kawan mengenali bahaya asbestos.