Bersatu Kita Kuat : Buruh Perempuan FSP2KI


Pangkalan Kerinci-Riau. Pada 7 November 2014 yang lalu, Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) menyelenggarakan pendidikan bagi pekerja/buruh perempuan yang ada di Serikat Pekerja Anggota FSP2KI (SPA FSP2KI) Kordinator Wilayah Riau (KORWIL Riau)


Pendidikan selam satu hari ini dilaksanakan oleh FSP2KI, yang bertujuan untuk mendorong aktivis buruh perempuan yang ada di SPA FSP2KI, agar memahami apa arti berserikat dan mengetahui apa hak dan kewajibanya sebagai anggota serikat, karena masih banyak pekerja perempuan yang belum memahami dan masih banyak juga yang belum perduli dengan serikat pekerja, kondisi ini disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang berserikat.

Dalam pembukaan pendidikan ini hadir juga Hamdani (Presiden FSP2KI). Menurut Hamdani “bahwa FSP2KI sangat bangga atas kepedulian buruh perempuan” 

Selain dari Ketua Bidang Gender dan Perempuan FSP2KI (Susana Br Purba) hadir juga dalam pendidikan ini Lilis M Usman (ketua Women Comite Industriall Indonesia) Menurut Lilis “bahwa buruh perempuan harus ambil bagian dalam membuat keputusan  di perundingan dan mendorong aktivis perempuan untuk aktiv” 

Sebagai Ketua Bidang Perempuan FSP2KI, Susana merasakan kebanggan tersendiri berada ditengah kawan-kawan utusan SPA. Pada saat pelatihan ini juga telah terbentuk ketua dan anggota kelompok belajar untuk berbagi pengetahuan dengan kawan-kawan anggota yang ada di SPA. Bulan Desember 2014, Ketua Bidang Gender dan Perempuan FSP2KI akan meminta laporan dari kawan-kawan peserta pendidikan pada hari ini.

Pada kesempatan ini juga Susana Br Purba, melakukan sosialisasi tentang HIV dan AIDS. Ternyata  kawan-kawan peserta sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar HIV/AIDS, karena ketidaktahuan mereka tentang penyakit yg mematikan ini.

Jumlah pesera yang hadir sebanyak 40 orang, semua aktif bertanya dan berbagi pengalaman sesama peserta. Ternyata setelah kita adakan sharing dan diskusi banyak masalah-masalah yang sedang mereka hadapi dan ada keterbukaan bahwa mereka masih awam tentang serikat walaupun mereka sudah menjadi anggota serikat. Semoga dengan pelatihan dan sharing ini kekuatan buruh perempuan menjadi kekuatan FSP2KI juga dan bisa berkontribusi kepada serikat dan federasinya juga sesama anggota. 

Perempuan Aktiv dan Berpengaruh : Perduli, Berani dan Mau Belajar. Ketidakadilan yang terjadi pada buruh/pekerja hanya dapat dilawan ketika kita bersatu dalam serikat pekerja. Berjuanglah terus buruh/perempuan FSP2KI……(Susana)