CAPACITY BUILDING TRAINING

Menegaskan bahwa serikat pekerja/serikat buruh memiliki sejarah yang panjang sejak jaman kolonial Belanda, pergerakan yang pada awalnya menitik beratkan pada perjuangan melawan kolonialisme dan agenda politik  untuk perjuangan mencapai kemerdekaan. Tindakan represif selalu muncul dirasakan oleh buruh untuk melemahkan kekuatan buruh/pekerja dalam serikat pekerja/serikat buruh tetapi kekuatan kolektif dan perlindungan hak berserikat dan berorganisasi yang di atur oleh undang – undang menopang serikat pekerja dalam menjalankan peran dan fungsinya.

15079067_295902210809321_4402050000828016201_n

Perkembangan pergerakan serikat pekerja/serikat buruh tidak lepas dari tantangan yang dihadapi dimasa lalu dan hari ini, densitas serikat pekerja atau jumlah keanggotaan pekerja/buruh dalam serikat pekerja masih kecil di Indonesia tetapi kekuatan kolektif dan kesatuan serikat pekerja/serikat buruh di Indonesia terus mendorong dan membantu pergerakan bahwa peran mereka tidak saja hanya di pabrik (perusahaan) tetapi juga ke ranah publik.

Anggota Serikat Pekerja yang berafliasi kepada Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI ) mendapatkan training Capasity Bulding dari IndustriAll yang dilaksanakan 16 – 17 Nop 2016 di Pekanbaru. Training ini di hadiri sekitar 32 orang yang terdiri dari 15 Serikat Pekerja Anggota ( SPA). Materi yang disampaikan tentang membangun kekuatan pengurus serikat pekerja dan menguatkan organisasi serikat pekerja yang disampaikan oleh Indah Saptorini ( IndustriAll) dan M. Ihksan Pajarani ( Sekjen Fsp2ki ).

SPA harus bertransformasi, perkembangan perburuhan selalu mengalami perubahan secara dinamis. Organisasi  serikat pekerja di dalam sebuah pabrik selalu mengalami perubahan, permasalahan Hubungan Industrial naik turun, diperhadapkan pada situasi harus memilih.  Serikat pekerja memberikan pilihan ideal. Serikat pekerja memberikan para pekerja peran kekuatan untuk melakukan perundingan dan perlindungan ditempat kerja. Tetapi perubahan peran ini tidak mudah didapatkan dimana ketika pengetahuan pemahaman hubungan industrial antara serikat pekerja dan manajemen/perusahaan masih tidak imbang. Organisasi serikat pekerja yang kuat dan bersatu dalam upaya menjalankan peran organisasi ini untuk melindungi, memperjuangkan hak dan kesejahteraan anggota.

Sekjen Fsp2ki mengatakan,meningkatnya  jumlah tenaga kerja outsourcing, perjanjian kerja bersama, kekuatan anggota, komitmen pengurus, dan kiprah organisasi ditingkat nasional maupun internasional adalah sebagian dari permasalahan SP, namun permasalahan tersebut akan menjadi ringan ketika dukungan masif dan kolektif anggota dalam mendukung setiap program dan rancangan  organisasi dalam upaya melindungi kepentingan para anggota dapat maksimal di jalankan.Hal yang takkalah pentingya bagaimana membangun dan mendidik para kader, pengurus dan anggota muda dalam meningkatkan kualitas mereka untuk berpikir strategis dan membantu organisasi .

Pelatihan dua hari ini dirancang untuk membantu SP dalam memetakan kondisi dan situasi internal/ekternal organisasi guna merancangan proses perencanaan pengorganisasian. Perencanaan strategis ini akan membantu serikat pekerja dalam mengalokasikan dan menggunakan sumber-sumber daya yang dimiliki secara memadai guna memenangkan setiap aksi atau kampanye organisasi. Perencanaan strategis akan membantu serikat pekerja dalam membangun kontak dan koordinasi dengan para anggotanya.