CERITA PANJANG AKSI SP.TUKS

Cerita panjang perjuangan SP.TUKS yang selalu berujung AKSI, dimana kemenangan itu didapatkan

Tarahan, 3 September 2019

Setelah melalui perjalan panjang mulai dari tahun 2014 awal mula berdirinya Serikat Pekerja Tuks Telpp Tarahan Lampung (SPTT-TL) atau sering dikenal dengan sebutan SP.TUKS, banyak cerita yang telah ditorehkan terutama dalam hal perjuangan dan solidaritas, walau belum begitu lama serikat pekerja ini berdiri banyak sekali manfaat yang telah dinikmati secara langsung oleh anggotanya ataupun secara tidak langsung oleh pekerja lain yang mulai memaknai betapa pentingnya berserikat dan berkumpul sehingga bebas mengeluarkan pendapat.

SP.TUKS adalah Serikat Pekerja yang anggotanya bekerja pada perusahaan yang bergerak dibidang jasa dan bongkar muat yang bernama PT.Kaliguma Transindo Tarahan Lampung, dimana PT.Kaliguma Transindo Tarahan Lampung mendapatkan kontrak kerja dari PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT.TEL) dengan kontrak kerja selama 10 tahun (Terhitung bulan Juni 2010 hingga Juni 2020). Sejak bekerja pada PT.Kaliguma Transindo Tarahan Lampung yang sebelumnya tidak berserikat banyak sekali hak-hak normatif yang dilanggar diantaranya status kerja upah dan jaminan sosial dan banyak lainnya.

Pada pertengahan 2014 SP.TUKS terbentuk dan langsung menyatakan bergabung dan berafiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI), barulah strategi disusun segala pendidikan yang ditawarkan Federasi diikuti guna untuk mencerdaskan pengurus dan anggotanya, jatuh bangun organisasi baik dalam keuangan maupun kepengurusan terjadi sepertinya sudah biasa dalam sebuah organisasi. Barulah diawal-awal tahun 2016 ( 2 tahun kemudian) SP.TUKS menemukan jati dirinya.

15-16 Juli 2016, SP.TUKS melakukan aksi Unjuk Rasa (UNRAS) perdananya melawan manajeman PT.Kaliguma Transindo Tarahan Lampung terkait permasalahan status kerja yang akhirnya tuntutan tersebut dimenangkan dengan diangkatnya seluruh pekerja PKWT menjadi PKWTT. 26-28 Januari 2018, SP.TUKS kembali melakukan aksi Mogok Kerja (MOKER) dengan tuntutan kesejahteraan terkait masalah upah dimana upah yang dituntut oleh SP.TUKS terealisasi dengan kenaikan berkisar 200.000 – 500.000 per orang tergantung masa kerja. 13 – 15 Juni 2019, SP.TUKS kembali melakukan aksi, terkait masalah kenaikan upah berkala tahun 2018 tidak kunjung diberikan hingga bulan April 2018 serta cuti besar (cuti 6 tahunan), lagi-lagi dengan dasar kebenaran apa yang menjadi tuntutan dipenuhi dan upah yang belum dibayar dirapel dan cuti besar berikut konfensasinya dibayarkan.

September 2019, cerita panjang SP.TUKS memang tidak semulus dan seindah Serikat Pekerja lainnya khususnya yang berafiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia, tapi setidaknya SP.TUKS bersyukur karena dengan dibawah lindungan FSP2KI Serikat ini tetap hidup dan terus tumbuh melawan, setiap aksi yang ditempuh tidak begitu saja dilakukan sudah beberapa kali dilakukan perundingan dan negosiasi dan karena para pihak tidak mendapatkan kata sepakat maka aksi itu dilakukan.

Bicara penghunjung waktu, sehubungan akan berakhirnya kontrak kerja PT.Kaliguma Transindo Tarahan lampung dengan PT.Tel maka nasib SP.TUKS sebagai karyawan PT.Kaliguma perlu bertanya tentang pesangonnya dan keberlangsungan kerjanya, keberlangsungan kerja telah sepakat dengan PT.TEL (Bpk Amrozi selaku BOD PT.TEL) akan dibicarakan akhir tahun 2019 setelah vendor baru ditetapkan oleh PT.TEL, dan itu dapat diterima oleh SP.TUKS dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi gaduh jika diingkari. Pesangon sebagai hak dasar buruh yang harus dibayarkan dan itu merupakan sesuatu yang normatif dan pernah diterima, maka SP.TUKS meminta kepastian kepada PT.Kaliguma Transindo terkait rincian dan kapan akan dibayarkan.

2 PMTK yang dipinta oleh SP.TUKS tidak bisa dipenuhi oleh manajemen PT.Kaliguma dan apa yang menjadi keinginan manajemen ditolak oleh SP.TUKS, perundingan dan negosiasi telah dilakukan dan hasilnya tidak menemui kesepakatan, SP.TUKS mempertahankan bahwa kesepakatan itu harus segera ditetapkan, kenapa harus sekarang sedangkan pembayaran pesangon baru akan dibayarkan tahun depan dengan tegas A.Hafizd Selaku Ketua SP.TUKS mengatakan ini masalah kepercayaan, kami sudah tidak percaya lagi dengan manajemen PT.Kaliguma Taransindo, jadi sebelum terlambat kami meminta kepastian sekarang.

Tanggal 10 – 12 September SP.TUKS akan melakukan aksi Mogok Kerja (MOKER) yang ke empat dan mungkin ini yang terakhir, dengan tuntutan kepastian pembayaran pesangon dan rinciannya, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan ke manajemen PT.Kaliguma dan di (cc) kan keberbagai instansi yang terkait termasuk PT.Tel selaku pemilik usaha, dan tidak lupa kami mengundang kalian semua : Gerbang PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Tarahan.