Dampak Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015


Workshop Nasional  “Membuka Ruang Dialog dan Membangun Sistem Ketenagakerjaan yang Mandiri dan Aman untuk Anak Negeri” yang diselenggarakan di Wisma Hijau, Depok – Jawa Barat pada tanggal 9 -10 Desember 2014 yang lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institut Solidaritas Buruh Surabaya (ISBS) dan dihadiri oleh 30 peserta dari 14 Serikat Buruh / Serikat Petani.

Workshop yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mendiskusikan penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada akhir Desember 2015 ini. Workshop ini membahas berbagai permasalahan strategis sektor perburuhan dan pertanian.

Domin Damayanti, dari ISBS menyatakan “bahwa MEA merupakan ancaman serius bagi sektor perburuhan dan juga pertanian. Pasalnya penerapan MEA ini mensyaratkan persaingan yang sangat ketat untuk tenaga kerja, sementara pemerintah terkesan abai dalam hal ini” 

Workshop yang juga dihadiri oleh Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi (MENAKERTRANS) dimanfaatkan oleh peserta untuk menyerahkan rekomendasi atas kebijakan bidang ketenagakerjaan. Dalam rekomendasi tersebut disampaikan beberapa hal krusial, antara lain: 

  1. Perlunya dibuat Undang-undang perlindungan buruh sebagai induk bagi semua kebijakan perburuhan.
  2. Pencabutan Undang-undang Nomor 02 tahun 2004.
  3. Penerbitan aturan pelaksana sanksi atas pelanggaran kebebasan berserikat.
  4. Pencabutan Peraturan Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi Nomor 19 tahun 2012 tentang Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain (PERMENAKERTRANS No.19/2012) peraturan mengenai alih daya/outsourcing.
  5. Penempatan fungsi pengawas ketenagakerjaan secara terpusat di tingkat nasional.

Pada gilirannya, blok perdagangan yang dibuka secara bebas baik dalam level bilateral, regional maupun level lebih tinggi setingkat WTO akan menyisakan permasalahan serius dan terancamnya kesejahteraan buruh, untuk itu workshop ini memberikan penekanan sangat kuat bagi upaya terus menerus penguatan organisasi, baik buruh maupun petani…… (khi)