DEMOKRASI BURUH DIBUNGKAM

Senin, tanggal 21 Maret 2016, Sidang Pertama Kriminalisasi  23 buruh, 1 Mahasiswa  dan  2 pengabdi Hukum LBH Jakarta. Sidang yang Semula di jadwalkan pukul 11:00wib, mundur sampai pukul 13:00wib. Ramainya aksi solidaritas lintas serikat pekerja, federasi & konfeferasi dari berbagai kalangan buruh membuat halaman Pengadilan Negeri menjadi riuh oleh aksi orasi dari kawan buruh yang meminta sidang dihentikan.

Dalam aksinya tersebut, para buruh menilai bahwa penetapan 26 rekan-rekannya adalah bentuk kriminalisasi, dan pengadilan yang berlangsung adalah pengadilan yang sesat

Negeri ini telah mengalami krisis demokrasi, Ancaman terhadap matinya demokrasi sudah terjadi, kini rakyat sulit untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Sidang Pertama berjalan Lancar diawali dengan pemeriksaan berkas2 perkara, sidang tersebut di hadiri oleh seluruh tersangka.

Pengacara buruh yang hadir kurang lebih 70 orang termasuk team Tabur & Fsp2ki yang diwakili oleh Bung Nelson. Massa aksi pendukung lintas Federasi yang tergabung di Gerakan Buruh Indonesia ( GBI) dan Mahasiswa kurang lebih 1000 orang.

Sembari Sidang berlangsung, Aksi damai di luar gedung dengan teriakan orasi silih barganti mendukung perjuangan buruh yang di Kriminalisasi terus berlansung.

Sidang dihentikan dan dilanjutkan pada tanggal 28 Maret 2016, pukul 11:00wib. Teruslah perkuat barisan buruh, tabuhkan genderang perang, yakinlah kekuatan buruh bisa menang.