Diskusi Gerakan Rakyat “Tolak Kenaikan BBM”



Pada 4 Juli 2013,bertempat di Gedung Juang 45 Jakarta Pusat,telah diselenggarakan DISKUSI GERAKAN RAKYAT TOLAK KENAIKAN BBM.Diskusi ini digagas oleh Presidium Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan BBM.Peserta diskusi ini terdiri dari beberapa organisasi-organisasi, baik itu organisasi masyarakat,organisasi mahasiswa dan organisasi buruh.
Federasi Seikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) sebagai organisasi pekerja/buruh, turut hadir dalam diskusi ini, atas undangan dari Presidium tersebut, akhirnya Pimpinan pusat FSP2KI meminta kawan-kawan yang ada di Jawa Barat untuk dapat hadir memenuhi undangan diskusi ini,yaitu Pandi Wijaya dan Khamid Istakhori.

Kenapa hanya kawan-kawan yang ada diseputaran Jawa Barat yang diutus oleh FSP2KI ? Karena,kawan-kawan di JABAR yang dekat dengan ibukota,faktor jarak salah satu penyebabnya. FSP2KI ada dibeberapa propinsi, seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Selain FSP2KI, Presidium Gerakan Rakyat Menolak KenaikanBBM juga mengundang beberapa organisasi-organisasi masa lainnya,seperti ; SERBUK KARAWANG, Perempuan Mahardika, KPO PRP, SPCI,Dewan Mahasiswa Indonesia, LMND, dan beberapa organisasi lainnya.

Arti Presidium sendiri dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti  pimpinan tertinggi suatu badan yg terdiri atas beberapa orang yg berkedudukan sama. 

Tema utama yang diangkat adalah kebutuhan adanya persatuan rakyat secara yang meluas. Diskusi ini, merupakan rangkaian dari AksiNasional Perlawanan Rakyat atas kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah pada 21 Juni 2013 lalu. Problem yang dihadapi rakyat saat ini adalah adanya regulasi yang tidak berpihak pada rakyat sebagai produk ketertundukan negara atas kepentingan modal. Sebut saja, disahkannya RUU Ormas menjadi Undang-undang adalah titik kritisi ancaman bagi organisasi massa tak terkecuali serikat buruh.
Dalam diskusi ini, selain mengkritisi dampak kenaikan harga BBM juga membahas berbagai issu terkini seperti pemilu 2014 dan juga melemahnya gerakan rakyat.Benang merah diskusi, menyimpulkan bahwa konsolidasi harus dibangun atas kepentingan menguatnya gerakan rakyat, apapun issunya.
Diskusi ini merupakan rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan terakhir di Sekretariat GMNI untuk kembali duduk bersama serta mendiskusikan arah gerak serta perspektif persatuannya ke depan. Gerakan ini merupakan kepentingan bagi setiap organ/ kelompok yang menjadi bagian di GERAKAN RAKYAT TOLAK KENAIKAN HARGA BBM.
Dari diskusi ini diharapkan dapat melahirkan tindak lanjut untuk proses perjalanan perjuangan “GERAKAN RAKYATTOLAK KENAIKAN HARGA BBM“. Diskusi ini juga akan menguraikan pandangan dari masing-masing organisasi di dalam gerakan untuk menolak kenaikan BBM,.

Jika kita mempunyai kehendak untuk berproses bersama dalam upaya mewujudkan persatuan gerakan rakyat yang lebih strategis maka menjadi perlu kiranya untuk berpartisipasi dalam agenda gerakan ini..(MIP)