• Home »
  • AKSI »
  • DUA FEDERASI MENGAWAL KASUS PELANGGARAN NORMATIF DI PLTU GUNUNG RAJA

DUA FEDERASI MENGAWAL KASUS PELANGGARAN NORMATIF DI PLTU GUNUNG RAJA

Meskipun tuntutan di PT.Topkey berhasil, masih terlihat banyak hak-hak buruh di PLTU Gunung Raja jauh dari dipenuhi. Hitungan mundur di mulai hari ini Rabu, 29 Maret 2017 sampai tiga puluh hari kedepan untuk PLTU Gunung Raja PT. GuoHua Energi Musi Makmur Indonesia (GHEMMI) yang merupakan perusahaan BUMN milik China beserta dengan tujuh anak perusahaannya, PT. LCL (penambangan), LMA (Pengangkutan), GH (PLTU), Hongfa (Konstruksi dan sipil), CIP (Subkontraktor), Mitra Selaras (Pertamanan)dan SkyWay (catering) memenuhi tuntutan normatife dari delapan serikat pekerja, upah di bawah umk, status hubungan kerja PKWT, cuti khusus di potong upah, cuti haid, upah lembur tidak dibayar, K3 tidak dijalankan dan pekerja tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS.

P_20170329_084314

Seyokyanya hari ini telah di rencanakan mogok kerja, Mogok kerja batal di lakukan momentum ini di gunakan oleh 13 serikat pekerja dari 2 federasi , Fserbuk dan Fsp2ki – Korwil Sumatera Selatan untuk menyerahkan surat tuntutan tersebut ke PT. GHEMMI dan mengawalnya untuk di laksanakan oleh masing – masing 7 anak perusahaannya.
“ Apabila 30 hari kedepan tidak ada realisasi dari surat tuntutan kita, maka apa yang kita lakukan hari ini akan kita lakukan lagi dengan massa yang lebih besar!, kawan-kawan jangan pernah takut meski tempat kita terpencil di tengah hutan tetapi kita tidak sendiri karena telah terbukti hari ini solidaritas dari kawan Fsp2ki dengan 5 SPA nya yang hadir bersama-sama dengan kita” ujar Budiansyah korlap aksi sekaligus Ketua SP.Topkey.

PLTU Gunung Raja memiliki kapasitas produksi 2 x150 Megawatt. PLTU di kecamatan Rambang Dangku ini memasok listrik ke Padang, Bengkulu, dan Lampung. Proyek ini berdiri dengan modal dari BUMN Tiongkok untuk memenuhi target produksi 35 ribu megawatt listrik.