FEDERASI MEMBUKA MATA KAMI

 

Dimulai sejak kedatangan Pimpus Fsp2ki, 21 Juni 2015 ke SP Tuks, Tarahan Lampung dalam program kerjanya untuk memberikan Advokasi  upah lembur yang belum dibayar dan  pelatihan PKWT menjadi PKWTTt, sekarang berbuah manis bagai bagai kemarau panjang yang mendapatkan hujan.

Upah lembur yang terhitung mulai dari Oktober 2014 sampai dengan Mei 2015 tidak dibayar oleh PT. Kaliguma Transindo kepada pekerjanya yang berlokasi di Tarahan lampung, Upah Lembur hanya dibayarkan dari upah Pokok yang waktu itu Satu Juta Rupiah tidak ditambahkan dengan tunjangan tetap Tujuh Ratus Lima Puluh ribu rupiah,  yang terdiri dari Uang makan dan Transport.pengalian  Upah lembur yang seharusnya diterima pekerja adalah  Rp 1.750.000/173XJam kerja Lembur (Upah pokok Rp. 1000.000 + Tunjangan Tetap Rp. 750.000), hanya dibayarkan Upah pokok/173X jam lembur.  Para pekerja mengerti  akan kekurangannya setelah mendapatkan pelatihan dari pimpus mereka menjadi tahu  perhitungan Hak upah lemburnya.  Dengan merasa kesal pada pihak perusahaan maka pekerja lansung menuntut sesuai dengan arahan pimpus  apa yang seharusnya mereka lakukan terhadap Perusahaan
SP Tuks yang di ketuai oleh Bung  Hendria Gunawan berusaha keras untuk melakukan Advokasi untuk anggotanya. Kemauan dan kerja keras Bung Hendria Gunawan bisa diajungi jempol  untuk lebih tahu akan Hak – hak mereka,  untuk itu sang ketua selalu aktif mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan fsp2ki maupun Serikat Pekerja Anggota fsp2ki lainnya. Setiap ada keraguan sebelum bertindak beliau selalu aktif berkomunikasi dengan pimpus fsp2ki mempertanyakan  dan bersimulasi permasalahan yang akan dihadapi.
Sekarang usaha kerja keras teman – teman SP Tuks telah mendapatkan hasilnya, pembayaran pertama telah dilakukan pada Tanggal 28 September 2015, meski tidak sesuai dengan kesepakatan, yang semula pembayaran  dibayar 25% sisanya dibayar tiap bulan selama empat bulan. Dengan cara pembayaran seperti itu Perusahaan merasa berat Perusahaan menyanggupi  pembayaran  dengan dicicil tiap bulan selama enam bulan. Hal kedua yang didapatkan adalah kebebasan Berserikat, setiap kegiatan serikat tidak lagi dipotong upah.
Hasil wawancara dengan Bung Ahmad Hafiz (humas SP Tuks) “Semua anggota jadi percaya diri dan mereka sadar akan berserikat dan tidak pernah takut lagi untuk melakukan kegiatan-kegiatan serikat, dan dengan sukarela juga memberikan sumbangan kepada Serikat Seratus ribu rupiah untuk melengkapi peralatan serikat” dengan sedikit memaksa anggota juga menginginkan agar  iuran anggota dinaikan menjadi  Dua puluh ribu yang semula hanya Sepuluh Ribu.
BERJUANG PASTI MENANG