FSP2KI DAN SERBUK SUMSEL TOLAK OMNIBUS LAW – RUU CIPTA LAPANGAN KERJA

massa aksi DPW KPBI SUMSEL

fsp2ki.org- Muara Enim. Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) dan Serikat Buruh Kerakyatan Indonesia (SERBUK INDONESIA) yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Selatan, hari ini, Senin, 10 Februari 2020, melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman kantor Pemeritah Kabupaten (Pengkab) Muara Enim, Menolak Omnibus Law – RUU Cipta Lapangan Kerja. Massa aksi gabungan yang berjumlah 350 orang,terdiri dari berbagai perwakilan Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang tergabung dalam DPW KPBI SUMSEL, dan ini bisa akan bertambah di aksi berikutnya, jika aksi hari ini tidak ditanggapi, “ujar Adri Susanto, selaku Ketua DPW KPBI Sumsel.

Aksi unjuk rasa yang sempat mundur 2 jam dari jadwal, karena hujan,
akhirnya dilanjutkan kembali , tepat pukul 10:00 WIB massa aksi yang sudah berkumpul di bawah jembatan plyover simpang PT.TEL,mulai bergerak melakukan konvoi kendaraan menuju Kota Muara Enim yang berjarak 64 KM,dengan pengawalan Polsek Rembang Dangku. massa yang sebelumnya akan melakukan aksi di depan Kantor Bupati dan DPRD Muara Enim dialihkan dan berkumpul di Lapangan Merdeka Muara Enim, dimana selanjutnya negosiasi dilakukan sekaligus dikantor Bupati Muara Enim dengan menghadirkan Anggota DPRD Muara Enim.dan dinas terkait.

Khamid Istakhori selaku Sekjend Serbuk dalam orasinya mengatakan,”Bahwasannya Omnibus Law dibuat oleh pemerintahan Jokowi Widodo, “hanya untuk memberikan karpet merah kepada investor,bukan menciptakan lapangan kerja sesuai namanya. dan malahan Rancangan undang- undang ini akan membuat pekerja atau buruh menjadi budak dinegarinya sendiri, padahal menurut Transparasi Internasional investasi menjadi buruk di Indonesia adalah karena Korupsi, maka pada hari ini kawan-kawan buruh yang hari ini melakukan unjuk rasa agar kiranya DPRD dan Pengkab Muara Enim dapat menyampaikan aspirasi kawan-kawan Buruh di Muara Enim,untuk “Menolak Omnibus Law,”tegasnya kembali.

Setelah melakukan berbagai negosiasi, akhirnya perwakilan massa aksi diterima oleh Bpk. Drs.Teguh Jaya,MM (Asisten 1 Bupati) dan Bpk. Nino Andrian (Wakil DPRD Muara Enim), serta dinas terkait,”Aspirasi kawan- kawan akan kami sampaikan,”Tegas keduanya, dan akan lansung melalui dinas tenaga kerja Muara Enim menyampaikan Aspirasi ini ke Kementrian Ketenagakerjaan terkait penolakan Omnibus law – RUU Cipta Lapangan Kerja. Adapun kesepakatan hari ini dituangkan dalan surat yang disepakati dan ditandatangani, dan apabila ini diingkari maka dengan massa yang lebih besar lagi unjuk rasa ini akan digelar.