FSP2KI/KPBI RIAU KEMBALI TURUN KEJALAN

fsp2ki.0rg- Pekan Baru, Ratusan buruh hari ini (3/2/02) kembali turun kejalan dengan massa aksi yang lebih besar lagi dari sebelumnya (22/1/20). Aksi yang menolak Omnibus Law – RUU Undang -Undang Cipta Lapangan Kerja, dimana ada 83 UU dan 2507 Pasal, akan revisi oleh Omnibus Law-UU Cipta Lapangan Kerja, dimana tidak ada sama sekali satupun dari sekian pasal dan undang undang yang akan menguntungkan bagi buruh, bahkan sebaliknya.

Aksi yang menamakan Buruh Riau Bersatu (BRB) yang mana FSP2KI/KPBI tergabung didalamnya,”ini adalah gabungan dari berbagai serikat buruh yang ada di Riau diantaranya : FSP2KI,FSPMI,SPN, SPSI, SPPMI,SPPI,SP.Perjuangan dan SP2KS, “jelas, Sugiarto selaku korlap aksi FSP2KI, Masa aksi sempat tertahan di depan pom bensin simpang Pasir Putih – Pekan Baru,namun berkat negosiasi yang dilakukan oleh Hi.Hamdani dengan pihak kepolisian akhirnya massa aksi dapat melanjutkan perjalalan,

Setelah sampai di Taman Budaya massa aksi sempat bersitegang dengan pihak kepolisian, Kombespol Nandang selaku Kapoltabes Pekan Baru melarang massa aksi menuju gedung DPRD Riau, beliau hanya memperbolehkan perwakilan buruh saja, namun setelah negosiasi massa aksi boleh menuju gedung DPRD Riau namun harus memutar jalan dengan jarak 1 Km. Perwakilan Serikat Buruh hanya ditemui oleh Wakil DPRD RIAU Bpk Zukri Misan, sementara komisi V yang membawahi bidang ketenaga kerjaan tidak ada di tempat, namun beliau berjanji akan menyampaikan aspirasi kawan kawan buruh ke DPR.RI , “tegas Marwandi selaku perwakilan buruh yang turut dalam team perunding.

Hi.Hamdani selaku presiden FSP2KI menegaskan bahwa hari ini telah disepakati Buruh Riau dan DPRD RIAU menolak Ombnibus Law, mereka akan membawanya nanti aspirasi langsung kepada DPR.RI, untuk membatalkan pembahasan,dan buktinya akan kita tunggu bersama-sama,”tegasnya. BRB juga menolak dengan adanya kenaikan BPJS Kesehatan dan meminta kepada pemerintah untuk menarik tenaga kerja asing un skill dari RIAU, “tegasnya kembali.