FSP2KI SUMSEL dan Decent Work Day 2013

Suasana disksui Decent Work World Day di FSP2KI SUMSEL

 

Pekerjaan merupakan hal penting untuk kesejahteraan manusia,disamping memberikan penghasilan,pekerjaan juga membuka jalan menuju perbaikan ekonomi dan sosial yang lebih luas, yang pada gilirannya memperkuat individu, keluarga dan masyarakat. Namun semua ini bergantung pada pekerjaan yang bersifat layak.

Pekerjaan yang layak merupakan rangkuman dari berbagai aspirasi masyarakat dalam kehidupan pekerjaan mereka. Ia melibatkan peluang untuk memperoleh pekerjaan yang produktif dan memperoleh penghasilan yang adil, keamanan di tempat kerja dan perlindungan sosial untuk keluarga mereka.
Tanggal 7 Oktober 2013, Federasi Serikat Pekerja Pulp Kertas Indonesia Kordinator Wilayah Sumatera Selatan (FSP2KI KORWIL SUMSEL) turut berpartisipasi dalam peringatan Decent Work World Day (Hari Pekerja Layak Sedunia).Adapun bentuk partisipasi yang dilakukan oleh FSP2KI KORWIL SUMSEL dengan melakukan diskusi yang bertempat di Sekretariat Serikat Pekerja-PT.TeL.
Sebagai peserta diskusi adalah FSP2KI KORWIL SUMSEL dengan beberapa pengurus Serikat Pekerja Anggota (SPA) FSP2KI yang ada di SUMSEL. Selain Diskusi mengenai Pekerjaan Layak ,FSP2KI KORWIL SUMSEL juga melaksanakan Rapat Kordinasi Wilayah yang dilakukan setiap bulan. Hasil rapat koordinasi diantaranya adalah alan mengadakan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Serikat Pekerja pada tanggal 5-6 November 2013.
Dalam kegiatan disksui ini,sebagai pemateri (narasumber) adalah salah satu Pimpinan Pusat FSP2KI yang kebetulan berdomisili di SUMSEL. Nelson F Saragih sebagai Sekretaris Jenderal FSP2KI menyampaikan ke seluruh peserta,mengenai apa itu Decent Work dan apa itu Precarious work. Dalam diskusi tersebut, bung Nelson mengajak seluruh peserta untuk mengamati kondisi pekerja yang ada disekitar wilayah Sumatera Selatan,terutama yang ada dekat disekitar peserta diskusi.

Poster Campaign IndustriALL Global Union
Decent Work yang dapat diartikan sebagai Pekerjaan yang layak,dapat diartikan sebagai prospek pekerjaan yang lebih baik untuk pengembangan pribadi dan integrasi sosial, serta kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kekhawatiran mereka, berorganisasi dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Sementara itu Precarious Work adalah pekerjaan yang tidak layak, yang penuh resiko,seperti ; kerja kontrak outsourcing,pekerja harian lepas,pekerjaan dengan resiko berbahaya, tidak ada perlindungan kepada pekerja yang sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan,dll.
Pekerjaan yang layak adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan.Apabila perempuan dan laki-laki mempunyai akses atas pekerjaan yang layak, mereka dapat berbagi pemasukan yang dihasilkan melalui integrasi perekonomian internasional yang semakin meningkat.Memperluas peluang untuk memperoleh pekerjaan yang layak hingga mencapai masyarakat yang lebih luas merupakan elemen yang sangat penting dalam menciptakan globalisasi yang lebih inklusif dan adil. Karenanya, penciptaan pekerjaan yang layak harus dimasukkan dalam kebijakan pembangunan.
Ada tiga pertanyaan dasar yang menjadi kerangka dasar bagi peserta diskusi untuk berpikir dan menganalisa mengenai kondisi pekerja rentan (Precarious Work) yang ada disekitar Wilayah FSP2KI SUMSEL. Tiga pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Apakah masih ada pekerjaaan rentan disekitar kita ?
  2. Mengapa pekerjaan tersebut ada  ?
  3. Bagaimana memperbaikinya ?
Dari tiga pertanyaan di atas, diperoleh sebuah gambaran mengenai kondisi yang ada di sekitar wilayah FSP2KI SUMSEL yang dijabarkan dalam bentuk matrik di bawah ini :
Apakah Masih Ada Pekerjaan Rentan di Sekitar Kita
Mengapa Pekerjaan Tersebut ada
Bagaimana Memperbaikinya
Masih ada,seperti :
  • Pekerja Kontrak/OS dan Perkerja harian lepas
  • Upah di bawah UMP
  • Perhitungan Upah Kerja Lembur yang tidak jelas
  • Tingginya angka pengangguran mengakibatkan daya tawar pekerja rendah (butuh kerja)
  • Kurangnya peran pengawasan ketenagakerjaan yang dilakukan Pemerintah
  • Perusahaan Multinasional lebih mengedepankan Keuntungan
  • Kualitas Sumber daya pekerja yang minim
  • Tidak terorganisir dalam SP/SB
  • Belum adanya kesadaran mengenai prinsip dasar SP/SB
  • Kurangnya solidaritas sesama pekerja.
  • Membina melalui pendidikan,pelatihan dan diskusi bersama
  • Mengorganisir pekerja yang belum berserikat
  • Memberikan perlindungan kepada pekerja
Dari tiga uraian di atas adalah suatu bentuk SOLIDARITAS sesama Pekerja
Dari semua paparan di atas dapat ditarik kesimpulan bagi kita semua, bahwa pekerja rentan atau Precarious Work dapat dihentikan dengan perjuangan bersama oleh seluruh pekerja dan ini yang dilakukan oleh IndustriALL Global Union dalam Kampanyenya memperingati Hari Pekerjaan layak Sedunia…(MIP)