FSP2KI Sumsel Turun Ke Jalan

Pada tanggal 15 Januari 2015, Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) Kordinator Wilayah Sumatera Selatan (KORWIL SUMSEL) bersama-sama dengan beberapa element buruh yang tergabung dalam Front Aliansi Buruh Pekerja Sumatera Selatan (FABPSS) melakukan aksi unjuk rasa Menuntut Gubernur Untuk Segera Menetapkan Upah Minimum Propinsi Sumatera Selatan Sebesar Rp 2.213.001,- Aksi ini adalah lanjutan atas aksi sebelumnya yang telah dilakukan pada 17 Desember 2014 dan pada saat itu telah terjadi kesepakatan antara para pihak (baca : UMP Sumsel 2015 Direvisi)

Front Aliansi Buruh Pekerja Sumatera Selatan (FBSSB), terdiri dari beberapa element serikat buruh/serikat pekerja, yaitu ; Konfederasi Serikat Buruh Sejahter Iindonesia (KSBSI), Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Pesekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan  kawan-kawan Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis (Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara disingkat SP PLN)
Sebagai bentuk kebersamaan dan rasa senasib sepenanggungan (solidaritas), maka pada tanggal 15 Januari 2015, sekitar 50 orang perwakilan FSP2KI KORWIL SUMSEL yang terdiri dari beberapa anggota dari ; Serikat Pekerja PT.Tanjungenim Lestari (SPPT-TeL), Serikat Pekerja Perawatan dan Pelayanan-TEL (SP3-TEL), dan Serikat Pekerja Security-PT.TEL (SPS-PT.TEL) serta Serikat Pekera Lematang Coal Lestari (SP LCL), berangkat menuju ibu kota propinsi Sumatera Selatan untuk turun ke Jalan bersama kawan-kawan FABPSS.
Setibanya di Palembang, perwakilan FSP2KI SUMSEL bergabung dengan kawan-kawan FBSSB di titik kumpul masa aksi yang dipusatkan di Benteng Kuto Besak (dekat jembatan AMPERA). Selanjutnya, semua masa aksi yang berjumlah sekitar 5000 orang melakukan long marc menuju kantor Gubernur Sumatera Selatan yang berjarak sekitar 7 Kilo Meter dari Benteng Kuto Besak. Sepanjang jalan dari Benteng Kuto Besak menuju kantor Gubernur, masa aksi terus menerikan yel-yel perjuangan buruh dan bersama-sama menyanyikan lagu-lagu perjuangan buruh, yang dikomandoi oleh kawan-kawan KASBI Sumsel di atas mobil Komando.
Di depan kantor Gubernur SUMSEL, masa aksi telah ditunggu oleh ratusan aparat keamananan dari Polisi dan Brimob. Tetapi masa aksi terus berkumpul mendengarkan orasi dari sang orator di atas mobil komando. Sekitar pukul 11.00 WIB pihak Pemerintah meminta perwakilan buruh untuk berdialog. Para pihak yang berdialog terdiri dari ; Pemerintah, Buruh dan APINDO SUMSEL. Dari FSP2KI SUMSEL diwakili oleh Darwin dan Edwin Firmansyah.
Sampai sore hari perundingan belum ada kesepakatan, APINDO masih bersikeras pada angka Rp 1.974.000,- akhirnya perundingan dilanjutkan pada tanggal 16 Januari 2015. Masa aksi dari KASBI tetap bertahan, rencananya mereka mau menginap di Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Sementara yang lain pulang ke rumah masing-masing. Sekitar pukul 16.00 WIB, masa dari FSP2KI SUMSEL pulang ke Muara Enim. Sampai dengan laporan ini dibuat, belum ada kesepakatan mengenai angka pasti UMP SUMSEL 2015.
Sedikit informasi mengenai keterlibatan FSP2KI Sumsel dalam aksi ini. Bermula dari informasi melalui telpon yang diterima oleh Ikhsan Prajarani (Bidang Kampanye dan Propaganda FSP2KI) pada 12 Januari 2015, pukul 13.00 WIB, dari saudara Edwin Firmansyah (Ketua DPW KSN SUMSEL). Beliau  memberitahukan undangan Aksi Unjuk Rasa dari kawan-kawan FBSSB yang akan dilaksanakan dari tanggal 15 Januari 2015 sampai dengan 17 Januari 2015. Dengan tuntutan Meminta Gubernur Sumatera Selatan Segera Menetapkan Upah Minimum Propinsi Sumatera Selatan tahun 2015 sebesar Rp 2.213.001,-
Kemudian kawan Ikhsan, menyebarkan informasi ini kepada seluruh pemimpin Serikat Pekerja Anggota (SPA) FSP2KI Sumatera Selatan, tujuannya untuk meminta respon dan pendapat dari kawan-kawan SPA. Tindak lanjut dari infromasi ini maka pada jam 20.00 WIB (12 Januari 2015), para pemimpin SPA FSP2KI SUMSEL serta Kordinator FSP2KI SUMSEL (Darwin) berkumpul di Sekretariat SPS-PT.TEL.
Peserta rapat konsolidasi terdiri dari : Ikhsan (Pimpus), Darwin (KORWIL FSP2KI SUMSEL), Adri Susanto (Wakil Ketua SP3-TEL), Noprizal (Ketua SPPT-TeL), Joni Sibarani (Sekretaris SPPT-TeL), Sahrahim (Ketua SPS-PT.TEL),Aiso (Pengurus SPS-PT.TEL), Fatkurodji (Pengurus SPS-PT.TEL), Ucok Harahap (Pengurus SPS-PT.TEL) Hasil rapat memutuskan bahwa FSP2KI SUMSEL akan turut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut pada tanggal 15 Januari 2015….(mip)