HAK LEMBUR DI PERSELISIHKAN

 
 
Serikat Pekerja Transportasi Untuk Kepentingan Sendiri-TeL Tarahan Lampung (SP TTTL) memprotes perhitungan pembayaran upah lembur yang dilakukan oleh manajemen Kaliguma Transindo, perusahaan alih daya di pelabuhan PT.Tanjungenim Lestari yang ada di Tarahan, Lampung. Pasalnya selama ini pengusaha hanya membayarkan uang lembur kepada buruh yang hanyadihitung dari upah pokok pekerja x 1/173, sementara itu upah pokok yang diberikan pun masih dibawah Upah Minimum Kota Bandar Lampung. Artinya manajemen Kaliguma juga telah melanggar ketentuan mengenai Upah Minimum.

Baru pada 11 April 2015, manajemen Kaliguma memberlakuan ketentuan Upah Pokok plus Tunjangan Tetap. Dalam hal pelaksanaan ketentuan waktu kerja lembur dan upah kerja lembur, perhitungan upah lembur perjam berdasarkan Upah Pokok plus Tunjangan Tetap.
Ketika Tim Advokasi dari Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) bertandang ke Lampung, untuk mengadvokasi SP TT TL, yang juga salah satu anggota FSP2KI. Menurut keterangan beberapa pekerja, yang ditemui saat kunjungan Tim Advokasi FSP2KI, bahwa sejak tahun 2010 pihak manajemen Kaliguma Transindo telah melakukan pelanggaran ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota.
Selain dari itu, dalam hubungan kerja yang terjadi pihak manajemen juga telah melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 59 Undang-undang Nomor 13 tahun 2003, tentang jenis, sifat dan kegiatan yang mengakibatkan beberapa pekerja yang seharusnya berstatus pekerja tetap, malah dijadikan pekerja harian dan kontrak.
Oleh sebab itu, pada 21 Juni 2015 setelah dilaksanakannya Pelatihan Dasar Serikat Pekerja. Peserta yang hadir dalam pelatihan ini adalah para anggota dan pengurus SP TTTL, yang berjumlah 42 orang, lebih dari setengah jumlah anggota serikat. Setelah pelatihan, pada saat selesainya buka bersama, Tim Advokasi FSP2KI, yang terdiri dari Khamid Istakhori, Ikhsan Prajarani, Joni Sibarani, Sahrahim, dan Fatkurodji melakukan pemetaan masalah yang terjadi. Hasilnya, ditemukan banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh manajemen Kaliguma Transindo.
Keesokan harinya, Tim Advokasi FSP2KI, bergerak ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung, untuk bersilaturahmi dengan Kepala Bidang Pengawas Tenaga Kerja Kota Bandar lampung. Setelah dari kantor Dinas Tenaga Kerja, agenda selanjutnya adalah bertemu dengan manajemen Kaliguma yang ada di Tarahan.
Dari dua hari kegiatan yang dilakuakan pada tanggal 21 Juni 2015 sampai 22 juni 2015, ada beberapa tugas besar bagi kawan-kawan SP TTTL yang harus dapat terselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri, yaitu mempersiapkan data-data yang dibutuhkan.

 

Selamat bekerja kawan-kawan SP TTTL…. kami seluruh pengurus dan anggota FSP2KI bersama kalian……… (JS)