Hak Pesangon Anggota SPS-PT.TeL


Puluhan anggota Serikat Pekerja Security-PT.TEL (SPS-PT.TEL), pada hari 02 Juni 2014 yang lalu mencoba untuk menemui pihak Manajemen PT.Tanjungenim Lestari (PT.TeL). Adapun tujuan untuk menemui manajemen PT.TeL ini, berkaitan dengan permasalahan hak normatif atas pesangon yang belum ada penyelesaiannya.

Beberapa pengurus SPS-PT.TEL  memasuki gedung admin, yang merupakan gedung utama di mill PT.TeL. Dari Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan, bahwa akan diadakan pertemuan lanjutan pada hari Kamis 05 Juni 2014,dengan memghadirkan PT.Tangkas dan Disnaker Muara Enim.SEKJEND FSP2KI hadir untukmendampingi Pengurus SPS-PT.TEL
Sebelumnya pada 30 April 2014 yang lalu, kontrak kerja antara PT. Tangkas sebagai Badan Usaha Penyedia Jasa Keamanan (BUJP) di PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT.TeL). Dengan berakhirnya hubungan kerja kedua perusahaan ini. Dengan berakhirnya hubungan kedua perusahaan ini, terjadi PHK yang dilakukan oleh PT.Tangkas terhadap ratusan pekerjanya yang ada di PT.TeL. Akibatnya terjadi perselisihan hak pesangon yang merupakan hak normatif pekerja security. Berdasarkan anjuran dari Disnaker Muara Enim, pekerja berhak atas pesangon dua kali ketentuan UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003. Tetapi perusahaan hanya mau memberikan satu kali. Oleh karena itu SPS PT. TEL beserta seluruh anggota dan afiliasinya akan terus berjuang sampai semua hak dipenuhi.

Sehubungan dengan berakhirnya hubungan kerja maka seluruh pekerja security diterima pada badan usaha jasa keamanan yang baru yaitu PT. Recon. SPS PT. TEL berafiliasi kepada Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI).
Pada 01 Mei 2014 yang lalu, kawan-kawan SPS-PT.TeL sempat juga melakukan aksi mogok kerja di depan millsite PT.Tanjungenim Lestari (PT.TeL) untuk menuntut hak normatif (pesangon)…(mip)