HARI PEMBANTU RUMAH TANGGA

Konvensi International Labour Organitation (ILO) No 189 dan Rekomondasi Nomor 201 tentang situasi kerja Layak Pekerjaan Rumah Tangga ( PPRT ) setelah lebih kurang 70 tahun diperjuangkan untuk mencari jati diri akan dihargai berkemanusiaan dan berkeadilan maka dengan ini kami yang juga segenap kaum buruh lainnya mendukung segera disahkannya Rancangan Undang-undang Pembantu Rumah Tangga menjadi Undang-undang atas dasar Konvensim ILO 189.

Perjalanan ini masih panjang untuk  mendorong dan mendesak negara-negara di dunia untuk meratifikasinya, baru 20 negara yang sudah meratifikasi Konvensi ini. Masih sangat banyak negara-negara tertinggal yang masih melekat sistim perbudakannya. Saat ini masih banyak negara -negara yang menganut sistim perbudakan sebagai contoh negara-negara di Afrika, Amerika latin bahkan di negara kita sendiri masih ada perlakuan semena-mena terhadap pembantu rumah tangga.

Akhir-akhir ini banyak kita lihat pemberitaan di media telivisi begitu nyaris melihat perempuan-perempuan kita diperlakukan semena-mena bahkan dengan tidak senonoh, contoh paling dekat negara tetangga kita yang termasuk negara maju seperti Singapura, Hongkong dan Malaysia begitu banyak hal-hal yang tidak berkemanusiaan yang dilakukan.
Pemerintah kita seakan-akan tutup mata terhadap saudara-saudara kita yang katanya penyumbang devisa negara yang terbesar. Hingga saat ini Juni 2015. Pada Agustus 2012  Filipina sebagai satu-satunya negara yang telah meratifikasi Konvensi ILO tersebut, pada 18 Januari 2013 telah mengeluarkan undang-undang Pembantu Rumah Tangga.

Bagaimana dengan Negara kita yang berazaskan Pancasila, seperti tercantum dalam sila Kelima Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”