• Home »
  • AKSI »
  • HARI TANI MENJADI BERGEJOLAK AKIBAT REVISI UNDANG-UNDANG.

HARI TANI MENJADI BERGEJOLAK AKIBAT REVISI UNDANG-UNDANG.

Photo Unjuk Rasa Hari Tani 2019

28/09/2019

Jakarta/24 September 2019 diperingati sebagai Hari Tani Nasional (HTN) namun sehari sebelumnya, para mahasiswa sudah menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI sebagai bentuk protes akan disahkannya RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Minerba dan RUU Pertanahan yang dianggap kontroversial. Telah disyahkannya revisi UU KPK yang dianggap akan melemahkan KPK adalah juga menjadi penyebab mengapa unjuk rasa hari ini terjadi.

Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, para peserta unjuk rasa selain kaum tani hadir juga dari berbagai elemen, mahasiswa,buruh,kaum miskin kota. mahasiswa memang dengan jumlah besar mendominasi unjuk rasa dan terjadi juga diberbagai daerah di Indonesia aksi unjuk rasa hari ini sebagai lanjutan dari aksi kemarin (23/9/2019) dengan tuntutan yang sama, bahkan disebagian daerah aksi unjuk rasa menjadi ricuh dan berlangsung hingga dini hari.

Tidak sampai disitu keesokan harinya(25/09/2019) di Jakarta ribuan anak SMA dan SMK yang menamakan dirinya STM MELAWAN menyerbu gedung DPR RI, mereka bergerak serentak tanpa komando, sebahagai bentuk solidaritas, atas tindakan refresif aparat keamanan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan unjuk rasa, dengan membabi buta dan tidak memiliki rasa takut mereka terus maju dan menghujani polisi dengan lemparan batu dan petasan, dalam aksi pelajar tersebut seorang siswa bernama Bagus Putra Mahendra (15) meninggal dunia akibat tertabrak mobil kontainer, saat menyeberang jalan di lokasi aksi unjuk rasa.

Selanjutnya pada pada hari Kamis, 26 September 2019 Aksi unjuk rasa masih terjadi diberbagai daerah di Indonesia, dua orang Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara yaitu Immawan Randy(21) dan Muh Yusuf Kardawi(19) , harus meregang nyawa akibat tembakan dan pemukulan, selain itu masih banyak yang mengalami luka dan cidera ringan dan berat, belum bisa dipastikan penyebab kematian Randy dan Yusuf, hasil otopsi yang telah dilakukan, Randy mengalami luka tembak di dada, sedangkan Yusuf mengalami luka pukul di bagian kepala sehingga mengalami pendarahan hebat.

Empat revisi UU telah ditunda pengesahannya, akibat gelombang unjuk rasa, selanjutnya pemerintah dituntut menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang ( perppu) guna mencabut Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi. dan masih akan terjadi gelombang unjuk rasa yang lebih besar setelah pelantikan presiden diantaranya : Batalkan revisi UUK.13/2003 (yang pro pengusaha), Tolak kenaikan iuran BPJS dan Hapus PP78/2015.