INVESTOR TAKUT DATANG KE INDONESIA

Media FSP2KI – Karena Upah Yang Jauh Lebih Murah, Investor Pilih Memindahkan dan Bangun Pabrik Di Vietnam

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi mendapat cobaan berat. Pemerintah diharapkan bisa mempertahankan investasi asing yang sudah ada di dalam negeri selain menarik investasi asing ke Indonesia.

Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengatakan, saat ini sejumlah investor asing memilih untuk memindahkan pabriknya yang berada di Indonesia ke negara lain.

“Jumlahnya memang tidak terlalu besar. Tapi alasan pindah tidak semata-mata hal-hal tertentu tetapi karena masalah yang mereka keluhkan sudah berlarut-larut. Dan mereka sebenarnya juga sudah beri kesempatan,” ujar Shinta.

Shinta memaparkan bahwa kebanyakan pengusaha yang memindahkan pabriknya dari Indonesia adalah industri padat karya (industri yang banyak menyerap tenaga kerja) seperti sepatu, tekstil dan lain-lain. Sebelum memindahkan pabrik, para pengusaha telah terlebih dahulu melakukan efisiensi biaya produksi dengan mengganti tenaga kerjanya dengan mesin.

Biasanya para pengusaha tersebut memindahkan pabriknya ke negara dengan upah tenaga kerja yang lebih murah dari Indonesia, seperti Vietnam. Di Indonesia harga pembebasan lahan sangat mahal ditambah lagi dengan aturan pajak di luar pajak yang tidak jelas.

“Kebanyakan Investor lari ke Vietnam karena upah lebih murah, sekitar 20% (lebih murah). Vietnam juga bisa memberikan insentif fiksal menarik, memberikan pelayanan yang baik bagi investor, mereka datangi negara yang punya potensi untuk berinvestasi dan memberikan kemudahan perizinan.


Bagai mana cara indonesia menarik Investor agar mau masuk berinvestasi di Indonesia ? Pemerintah bisa memberikan insentif dan pelayanan yang lebih baik dari negara lain agar pengusaha nyaman untuk terus berinvestasi di Indonesia.

“Kita harus belajar apa saja yang dilakukan oleh Vietnam. Kalau mau memberikan insentif yang lebih baik bagi Investor.Vietnam kini memetik buahnya. Banyak lapangan kerja baru tersedia disana yang membuat perekonomian negara komunis ini amat bergairah dan terus bertumbuh secara stabil.