KALABAHU Buruh di LBH Jakarta

Selama 16 Minggu berturut-turut, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) menyelenggarakan KALABAHU BURUH (Karya Latihan Bantuan Hukum Buruh), yaitu sebuah pendidikan yang ditujukan untuk membantu pengurus serikat buruh meningkatkan kapasitasnya dalam pendampingan dan advokasi perburuhan.
Tanggal 1 November 2014, Khamid Istakhori, Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (PIMPUS FSP2KI) juga berkesempatan membagi ilmunya kepada peserta KALABAHU BURUH tersebut sebagai fasilitator. Khamid memberikan materi tentang Mogok Kerja. Dihadapan sekitar 25 peserta yang hadir hari itu, fasilitator mengurai berbagai permasalahan seputar Mogok Kerja.
Selain membahas perundang-undangan terkait dengan mogok, pendidikan juga dilengkapi dengan diskusi kelompok dan juga presentasi dari peserta. Dari diskusi, setidaknya ada 3 masalah besar yang harus dipersiapkan oleh peserta mogok, yaitu :
  1. Perencanaan yang matang meliputi pemahaman akan mogok kerja, persiapan dana aksi, administrasi surat menyurat dan juga persiapan tuntutan yang matang.
  2. Pemetaan lapangan yang matanga meliputi pemetaan sumber daya, siapa kawan dan lawan serta pihak lain diluar kita seperti polisi, preman, tentara dan penyusup.
  3. Apa yang dilakukan ketika pengusaha melakukan balas dendam dalam aksi pemogokan tersebut.
Mogok kerja adalah senjata pamungkas bagi buruh untuk memenangkan tuntutan, maka sebagai senjata pamungkas tidak boleh digunakan secara sembarangan. Harus ada eskalasi aksi yang terstruktur sebelum mogok dipilih sebagai senjata…. (khi)