• Home »
  • Media »
  • KECELAKAAN KERJA DI PT.RIAU PROSPER KENCANA MENINGGAL DUNIA

KECELAKAAN KERJA DI PT.RIAU PROSPER KENCANA MENINGGAL DUNIA

Pada abad modern ini Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan kertas adalah serat yang diperoleh dari tumbuhan yang berasal dari kayu (wood) berasal dari pohon kayu accasia Ecaliptus atau accasia mangium, yang terdiri dari rantai – rantai selulosa yang diikat oleh lignin dan hemiselulosa, tidak lagi seperti awal tahun 1900 an, bahan baku ada yang berasal dari kapas, batang tebu, batang pisang dll.

hqdefault

Disamping itu juga penggunaan bahan baku dari accasia sangat efisiensi lantaran tumbuh baik, dalam lima tahun saja tanaman itu sudah bisa mulai dipanen untuk menjadi bahan baku industri bubur kertas (pulp). Dengan umur panen yang pendek Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut mampu menyediakan bahan baku industri secara berkelanjutan. Industri bubur kertas, yang merupakan industri sangat padat modal, basis utama yang sangat kuat yakni di Provinsi Riau.

Rasijun Sinaga dengan Nik 11C0539 salah satu pekerja di PT Riau Prosper Kencana, perusahaan outsoursing PT. Riau Pulp Andalas and Paper (PT. RAPP) sebagi sopir logging Truck (RHP0075) pengangkut kayu mengalami kecelakaan kerja.

Pembongkaran kayu dari logging truk biasanya menggunakan Excavator untuk di susun ke area penumpukkan. Pada Rabu, 22 Maret 2017 tepat pukul 02 :48 WIB Rasijun mengendarai truknya menuju lokasi pabrik/ wood yard untuk di lakukan pembongkaran dengan menggunakan excavator MHV70 yang saat itu di operasikan (operator) James Sianipar dari PT Sarindo, pada saat proses pembongkaran Rasidun berada di depan mobil truknya dengan keadaan jongkok dengan jarak kira-kira 6.5 meter. Pada jepitan yang ke empat satu batang kayu dengan panjang kira-kira 4,25 meter, diameter 12 cm terlepas dari jepitan (grapple) excavator dan menghantam tepat mengenai kening dan hidung sdr. Rasijun. Akibat dari itu Rasijun mengalami muntah bercampur darah dan pingsan di lokasi kejadian.

Mian Simanjuntak Sopir Truk (RHP0049) teman sekerja Rasijun datang ke lokasim kejadian meminta bantuan kepada Charles Sitorus untuk memberikan pertolongan dengan membawa ke klinik, Korban tiba di klinik (TS.1) Pukul 03:00 wib. Dan pada pukul 03:45 lansung di larikan lagi ke Rumah Sakit Evarina dengan ambulance. Hasil dari scaning, Dokter yang memeriksa Rasijun mengalami pendarahan otak.

Setelah dapat di pastikan mengalami pendarahaan otak dan sangat kritis pihak RS Evarina yang tidak memiliki peralatan yang cukup lansung merujukknya ke RS Awal Bros, Pakan baru, rezeki, maut Tuhan yang menentukan, pada pukul 19 ;30WIB Rasijun menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Pihak keluarga meminta agar Alm Rasijun di bawa ke kampung halamannya, di perkirakan hari ini pukul 14 ;00WIB tiba Pematang siantar. Alm Rasijun masih status belum menikan.

Federsi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) memandang kecelakaan kerja ini akibat kurangnya pengawasan yang ada di lokasi kerja, yang mana ketika ada aktivitas bongkar muat menggunakan alat berat ( excavator ) maka dengan jarak 15 meter tidak ada satu orangpun ada.Hal yang kedua perusahaan maupun pekerja tidak disiplin mengenai Alat Pelindung Diri ( APD). Apa bila kedua hal ini di lakukan niscaya kecelakaan kerja dapat di hindarkan.