KEGIATAN RAKERNAS KE V FSP2KI

Kegiatan Rakernas FSP2KI,18-19 Desember 2016 di Wisma Haji,Jl.Jaksa no.30 Jakarta Pusat
Dihadiri oleh sebagian Serikat Pekerja Anggota (SPA ) dibawah Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI), ketu umum dan Sekjend Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Mr. Lasse dari Pappers serta Mr. Soma Bala dari Industriall dan dari Kementrian bagian Kasubdik pemberdayaan Organisasi Ibu Novrita Asri, juga di hadir Tim peninjau dari pekerja Outsourching SumSel, PT.Arara Abadi dan SP.Per-Perawang,Riau.

img-20161220-wa0035
Rakernas di awali oleh sambutan H.Hamdani ( Presiden Fsp2ki ) yang menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah dalam hal ini Kementrian tenaga kerja terhadap tenaga Outsourching dimana pekerjanya bekerja tanpa jaminan kesehatan dan kerja padahal kemampuan tenaga kerja Indonesia mampu untuk melakukan semua pekerjaan tidak harus mendatangkan pekerja asing, rencana dipindahkannya pengawas tenaga kerja dari daerah ke Provinsi itu akan menambah tidak selesainya permasalahan hubungan Industrial yang ada, selama ini saja pengawas yang ada di daerah – daerah saja tidak begitu efektif. Maraknya tenaga kerja Asing terutama dari Cina yang kian marak masuk ke Indonesia dengan skill yang sama, dan FSP2KI menolak PP78 tahun 2015 yang membatasi kenaikkan upah.
Selanjutnya disambung sambutan Ketum KPBI, Ilhamsyah yang menyoroti konflik agraria dengan para pemodal yang di meminjam tangan pemerintah, pemerintah memberikan peluang sebesar – besarnya kepada pemodal untuk berinvestasi di bidang perkebunan tanpa memperhitungkan rakyat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil tanah sendiri, seolah – olah mengkondisikan rakyat agar bergantung pada pengusaha yang ujung-ujungnya para petani yang dikorbankan. Problem akut yang dialami bangsa Indonesia adalah tidak adanya usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi hingga menjadi barang yang siap dipasarkan.sehingga ada alasan kenapa kita terus bergantung pada negara Asing.
Pemaparan ibu Nofrita Azil y menyampaikan 12 Konfederasi di Indonesia adalah Konfederasi yang telah terdaftar di Kemenkumham, tidak akan ada revisi UU 13 / 2003 tentang Ketenagakerjaan dan yang ada wacana revisi permenaker memperbaiki nilai pesangon sehingga lebih baik dari yang saat ini berlaku. Penegasan bahwa UU 13/2003 tidaklah melindungi para pengusaha namun semuaharus membuka peluang kerja tanpa mengkerdilkan pekerja. Demikian halnya dengan PP78/2015, dibuat pemerintah adalah sebagai jaring pengaman agar kenaikan upah dari tahun ke tahun tidak berada dibawah angka Inflasi daerah masing-masing. Harapan ibu Novrita adalah baik Federasi ataupun Konfederasi yang berada di Indonesia bisa berkomunikasi dengan baik dengan pemerintah semua konsolidasi organisasi tetap berjuang dan memperjuangkan kepentingan buruh dengan penuh tanggung jawab bagi bangsa dan negara agar tercipta hubungan harmonis dan dinamis menuju pasar bebas dan organisasinya bermanfaat untuk jangka panjang. Pembukaan Rakesnas Fsp2ki dibuka oleh Ibu Nofrita Azil, dan acara penutupan diakhiri dengan foto bersama.
Rakernas ke V, FSP2KI di pimpin oleh Presiden dan sekjen Fsp2ki. Hasil yang telah dicapai Federasi selama kurun waktu 2016 sangat baik meskipun ada kendala dalam perjalanannya sejauh ini masih dapat kita lalui, program kerja yang disusun berjalan sesuai dengan target yang ada. Penyampaian peserta Rakernas sangat beragam sudah berjalan sesuai koridornya.
Pembahasan dilanjutkan ke Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Organisasi (RAPBO) untuk tahun 2017. Setelah mengalami pembahasan dan revisi dari RAPBO 2017 maka peserta Rakernas 2017 menyatakan sepakat dan berkomitment menjalankan Rencana yang telah disepakati tersebut di tahun 2017.
Pengurus Fsp2ki bidang Organizing dengan agenda kerjanya memberikan cindera mata Pin dan buku agenda berisi profil fsp2ki dan UU 21/2001 pada tim peninjau dari SumSel, Riau dan serikat baru yang terbentuk,Rakernas V FSP2KI ditutup dengan foto bersama.(Arf)