• Home »
  • AKSI »
  • KEMENANGAN TOTAL SP.TUKS – FSP2KI MEREBUT HAK YANG DIKANGKANGI PENGUSAHA NAKAL

KEMENANGAN TOTAL SP.TUKS – FSP2KI MEREBUT HAK YANG DIKANGKANGI PENGUSAHA NAKAL

Tidak sekedar slogan “BURUH BERSATU TIDAK BISA DIKALAHKAN”  atau teriakan “BERANI BERJUANG PASTI MENANG” kalimat tersebut terpatri pada perjuangan SP.Tuks- Korwil Sumsel-Fsp2ki merebut hak – hak  yang dikangkai oleh perusahaan.

20160615_082610-1

Aksi itu direncanakan selama 3 hari, izin Unras yang diajukan ke pihak keamanan sudah dikantongi, buruh dari 2 Perusahaan PT. Kaliguma Transindo (PT. KT)  dan Bujp PT. Westpoint Indonesia  (PT. WPI )sebagai Sub kontraktor Pt. Kaliguma di adili oleh buruhnya sendiri.

Hari pertama, 15/06/2016 dengan penuh semangat dan teriakan kemarahan di tumpahkan buruh dari ke 2 pt tersebut di jalan pintu masuk gerbang Pt. Kaliguma. Massa aksi sekitar 100 orang dari korwi l Sumsel di tambah massa aksi solidaritas dari PT, Neslee yang di komandoi lansung oleh Bung eko sebagai ketua serikat pt. neslee tersebut.

Mengapa setelah  buruh turun ke jalan baru pihak dinasketrans juga ikut turun ke kelapangan ? Mengapa seteah teriakkan Disnaker tidur…. Disnaker tidur.. mereka baru mau menanggapi permasalahan, padahal Sp. Tuks  telah menyampaikan surat pemberitahuan  unras seminggu sebelum hari H dilakukan. Itulah lemahnya fungsi pengawasan dari pemerintah terhadap tuntutan buruh.

Teriakan dan goyangan tari lagu perjuangan buruh terus didengungkan, buruh seperti kerasukkan menyanyikan dengan semangat meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, makan dan minum boleh berhenti tetapi perjuangan kita tidak boleh berhenti sampai tuntutan kita terkabulkan “ujar salah satu buruh Satpam mantan Pt. WPI.

Teriakan  orator, pengusaha maling upah buruh… terus terucap ribuan kali, kira – kira jam 10:00wib datang pengawas disnaker lampung kota, Ibu Septi kelapangan meminta keterangan dan menjanjikan Tripartit   selepas istirahan siang. Pada waktu yang ditentukan tim Perunding dari serikat melakukan perundingan tripartite dengan pihak Perusahaan dan pemerintah, hari pertama hanya membuahkan sebahagian tuntutan buruh, semuan pihak yang berselisih pulang ketempat masing – masing karena kesepatan terbatas oleh waktu jam kerja, perundingan tersebut sempat terhenti karena pihak pengusaha mengirim perwakilannya yang tidak berkompeten untuk memutuskan.

Hari ke 2, 16/06/2016 aksi tetap dilakukan di mulai dengan tetap menjaga sportifitas dan disiplin menjaga keamanan aksi. Tepat jam 10:00wib Tim perunding sudah berada kembai di kantos disnaker untuk melanjutkan perundingan, perundingan berakhir pukul 13:00wib denga kesepakatan 8 orang satpam yang di PHK dipekerjakan kembali lansung menjadi Pkwtt di perusahaan pemberi kerja, upah, upah lembur dan THR di bayar rapel, di tambah dengan 4 orang pekerja kontran Pt. KT menjadi Pkwtt selebihnya secara bertahap ada yang diangkat dengan ketentuan tidak ada yang di PHK.

Perjuangan  dibayar denga mahal, waktu, tenaga, uang dan tekanan, tetapi semua itu di bayar lunas dengan kebrhasilan.

HIDUP BURUH, BURUH BERSATU TIDAK DAPAT DIKALAHKAN.