Kepentingan Pekerja Perempuan Dalam PKB


IndustriALL/FNV Mondiaal/LO-TCO bekerjasama dengan afiliasi IndustriALL di Indonesia telah selesai menyelenggarakan pelatihan Collective Bargaining Training (Khusus Perempuan) Pelatihan ini merupakan bagian dari  IndustriALL Asia MNCs & Union Building Project di Indonesia. 


Hadir juga dalam pelatihan ini salah satu pimpinan pusat Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kerta Indonesia (FSP2KI) yaitu Susana Br Purba (Ketua Bidang Gender FSP2KI). Pelatihan selama dua hari ini diselenggarakan di Hotel Narita Tanggerang. Metode pelatihan ini berbentuk ceramah dan diskusi dengan beberapa fasilitator,seperti Yoon Hyowon (Industriaal Project Coordinator), Saiful DP (Ketua IndustriALL Indonesia Council), Lilis M Usman dan Sahat Butar-butar. Dalam pelatihan ini para peserta diminta untuk dapat membawa serta Perjanjian Kerja Bersama (jika ada dalam versi bahasa Inggris
Menurut informasi yang disampaikan Susana kepada Bidang Kampanye dan Propaganda FSP2KI melalui email Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi  pekerja, khususnya pekerja perempuan
Selain dari itu masih menurut Susana “tujuan dari pelatihan ini agar peran perempuan dapat terlibat dalam merumuskan dan merundingkan kepentingan dan hak mereka dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB)” 

Peserta juga diharapkan dapat memahami hak dan kepentingan buruh yang akan dirumuskan dalam PKB. untuk memberikan bekal kepada pengurus serikat, maka dalam pelatihan ini para peserta diajarkan mengenai Taktik dan Strategi Serikat Buruh dalam perundingan bersama.

Pelatihan yang dimulai dari tanggal 23 Oktober 2014 sampai 24 Oktober 2014 ini bertujuan untuk memperkuat afiliasi IndustriALL dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh di perusahaan Multinasional.

Berbagai materi juga diberikan kepada peserta pelatihan yang keseluruhannya adalah perempuan. Materi yang disampaikan adalah mengenai bagaimana merumuskan hak dan kepentingan pekerja/buruhperempuan dalam Perjanjian Kerja Bersama, serta taktik dan strategi dalam berunding bersama. Apa sajakah hak dan pekerja buruh perempuan ?

Untuk menjawab semua kebutuhan pekerja perempuan, baik itu yang berkaitan dengan hak-hak maupun kepentingan-kepentingan pekerja perempuan, tentu saja para pekerja perempuan juga harus proaktif menyuarakannya, dengan cara memberikan masukan-masukan kepada pengurus serikat pekerja/serikat buruh ataupun menjadi pengurus aktif di serikat. Oleh karenanya menjadi hal yang sangat baik untuk dilakukan, jika serikat pekerja juga melibatkan pekerja perempuan dalam struktur kepengurusan di dalam serikat pekerja…..(sus)