KINERJA WASNAKER PELALAWAN MENYALAHI ATURAN PERUNDANG – UNDANGAN

Senin,18/07/2016 Tim Advokasi saudara Asril Sdr.Agus Susanto,Marwandi,  Sugiarto, Rapmaju Hutauruk dan Arif mendatangi  kantor Dinas Tenaga kerja Pelalawan untuk menyelesaikan penyelesaian kasus yang tertunda karena libur Idul Fitri. Kasus saudara Asril yang di bawa ke bidang pengawasan tenaga kerja (Wasnaker) ternyata di kondisikan oleh disnaker penyelesaiannya ke ranah Mediasi seolah – olah pihak wasnaker pelalawan main mata dengan pihak Perusahaan.  Inilah kebiasaan yang terjadi pada kasus –kasus pidana ketenagakerjaan, serikat  pekerja yang menanganinya selalu digiring untuk mediasi.

IMG-20160718-WA0001

Saudara Asril yang bekerja di PT. Pec Tehc Service Indonesia (PT.PTSI) di PHK sepihak, yang hak – hak semula tidak diberikan setelah adanya tekanan dari Tim Advokasi , serikat pekerja tempat Asril bernaung Serikat Pekerja PT. Pec Tehc Service Indonesia (SP PT.PTSI) dan solidaritas kawan – kawan anggota Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI)  barulah perusahaan mengeluarkan THR tetapi tidak dengan upah bulan April sampai dengan  Juni.

Pihak perusahaan akan membayarkan upah yang belum dibayar setelah keluar anjuran, itu pernyataan dari Bp.firdaus, dengan lugas dan spontas ibu Ani Manurung menyatakan sepakat dengan pernyataan bp. Firdaus ini hanya masalah penundaan pembayaran setelah kasus PHI selesai. Sekali lagi ada yang tidak benar fungsi pengawasan yang dilakukan dan kongkalikong pwasnaker dan perusahaan.

Tim Advokasi Sdr. Asril tetap bersikukuh membawa kasus ini ke ranah pidana dan mendesak wasnaker agar investigasi turun kelapangan, maka ditetapkan pada tanggal 26 juli 2016 tim wasnaker akan investigasi dan sepakat pertemuan lanjutan tgl 28 Juli 2016.

Entah apa yang ada di benak kepala Disnakertrans, hampir semua kasus pidana diarahkan ke mediasi padahal sudah cukup jelas di Undang – undang ketenagakerjaan 13/2003 ayat 2 psl 182, dan pasal 95 ayat 2 tentang denda keterlambatan membayar upah. Wasnaker yang menerima tim advokasi saudara Asril yaitu Ibu Anik Manurung dan dari perusahaan Bp. Firdaus.  wasnaker pelalawan tidak dengan baik menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai petugas pengawasan ketenakerja.

Setelah merasa tidak puas atas perlakuan / pelayanan yang didapat dari wasnaker, tim Advokasi mengajukan surat protes kepada kepala dinas tenagakerja Pelalawan dan di tembuskaan ke Bupati atas kinerja perangkat pemerintah yang menyalahi aturan penyelesaian kasus yang tidak baik.