KITA SAMA DALAM PERJUANGAN

Kawan – kawan, bukankah kita berserikat karena satu kepentingan. Diantara kamu dan kamu sesama manusia, sesama buruh dan rakyat hidup keterbatasan, diupah murah, anak susah sekolah, semua kesusahan itu menimpa kita semua tanpa memandang apa warna kulit kita, apa agama kita, apa ras kita, apakah mata kita sipit ataukah tidak. Di dunia ini, rakyat lintas bangsa, lintas agama, lintas ras, berjibaku dengan penindasan serupa.

upah-murah

Di antara kita yang tahun – tahun lalu, tahun – tahun sekarang, hari – hari ini, saling bergandeng tangan dengan tuntutan sama. Menolak kenaikan harga BBM, menuntut kenaikan upah, dibebaskannya kawan – kawan kita yang dikriminalisasi tanpa bertanya apa agama kawan kita, apa warna kulitnya, sipitkah matanya atau tidak. Tidak, kita mengasihi karena kita mau sejahtera berjuang bersama.

Dari sejarah bangsa kita, sejak jaman kolonial, kerusuhan dengan sentimen SARA selalu dipakai penguasa untuk mencerai beraikan kekuatan rakyat, saling benci, saling hadang, dan penguasa terus menikmati hasil penindasannya. Kita satu, satu nasib, satu perjuangan. Saya mengasihi kamu dan kamu bukan karena agamamu, bukan karena warna kulitmu, bukan karena matamu tidak sipit. Aku mengasihi kamu dan kamu, karena kita serupa, rakyat tertindas yang berjuang untuk kesejahteraan kita.