• Home »
  • Media »
  • KONDISI PEMENUHAN HAK KERJA LAYAK DAN SITUASI PENGUPAHAN DI SEKTOR INDUSTRI PULP DAN KERTAS

KONDISI PEMENUHAN HAK KERJA LAYAK DAN SITUASI PENGUPAHAN DI SEKTOR INDUSTRI PULP DAN KERTAS

SURVEY PENGUPAHAN ANTARA FSP2KI DENGAN LIPS

Seminar, 18 Desb 2016, Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesi ( FSP2KI ) bersama dengan Lembaga  Independent  Lembaga ilmu Perburuhan Sedane (LIPS) melakukan riset pengupahan di tiga Group  pulp di Indonesian yaitu : Marubeni, APP dan April. Riset tersebut  hasil dari program kerja pada tahun 2014 – 2015 dan kesepkatan  seluruh Serikat Pekerrja Anggota ( SPA ). Industri Pulp berkembang sangat baik memiliki harga jual yang yang baik yang di dukung oleh geografis yang cocok untuk tanaman hutan industri sebagai bahan baku kertas.

20161217_090131

Hasil riset yang telah di rangkumkan di sampaikan oleh Presiden H Hamdani dan Bidang peneltian Fsp2ki Sunan Tumenggung. Riset upah tersebut  masa peneltiannya selama 1 tahun, semua data yang di dapat akurat seperti laporan keuangan di ambil dari departemen perdagangan. Hasil riset yang di dapat akan di berikan kepada seluruh SP dan tetap di kawal untuk Advokasinya sampai dengan berhasil dalam penerapannya. Salah satu hasil riset tersebut untuk mewujudkan upah layak pabrik pulp dan kertas Indonesia yang di rundingkan pada perundingan kenaikan upah dan PKB

Riset tidak saja berbicara tentang upah tetapi juga berbiara tentang jam kerja, rata – rata pekerja di sektor pulp bekerja 55 jam/minggu. Jam kerja yang panjang tidak di dukung dengan lingkungan kerja yang baik

Union Busting ( pemberangusan Serikat pekerja ), ada menejemen perushaan men-PHK terhadap pengurus serikat, pemenrintah tidak  selektif memberikan status Objek ita nasionan kepada pabrik pulp Indonesia.

Fasilitas, pekerja pabrik pulp dan kertas sejauh ini tidak  semuanya medapatkan fasilitas yang baik, seperti fasilitas kesehatan. Pekkan Outsourching rata – rata tidak mendapat banyak fasilitas yang baik kalupun didaftarkan ke BPJB Kesehatan hanya sebatas pekerja tidak termasuk istri dan anak. Pekerja tetap juga tidak  sepenuhnya mendapatkan kesehatan yang baik masih banyak yang hanya mendapatkan  dari BPJS Kesehatan karena fasilitas yang baik itu harus di tuangkan dalam PKB.