Kongres Ke 4 : Membangun Kekuatan Serikat Pekerja Pulp dan Kertas



Bertempat di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sekitar 250 peserta hadir dalam Kongres IV Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) yang berlangsung sejak tanggal 17 April 2015 hingga 19 April 2015. Delegasi yang hadir dari berbagai serikat pekerja anggota FSP2KI yang datang dari berbagai wilayah, antara lain Jawa Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi. Tujuan kegiatan kongres ini untuk merumuskan program perjuangan dan arah organisasi untuk 4 tahun ke depan. Djeny Bakulu, Wakil Ketua Serikat Pekerja Kertas PT. Pindo Deli yang bertindak selaku Ketua Panitia Pelaksana memberikan penjelasan bahwa Kongres yang sudah dipersiapkan selama hampir setahun ini diharapkan menjadi momentum bagi FSP2KI untuk menyusun rencana strategis untuk 4 tahun ke depan.

Bukan saja melibatkan pengurus di tingkat Serikat Pekerja Anggota, tetapi juga melibatkan anggota, baik selama persiapan, sosialisasi dan penjaringan aspirasi dari anggota. Selain itu Djeny juga menegaskan bahwa kongres IV, merupakan sebuah momentum yang dipersiapkan untuk menjawab tantangan besar dimasa mendatang terkait dengan issue perburuhan secara nasional maupun sektor pulp dan kertas pada khususnya. Dalam kongres ini juga, Djeny Bakulu terpilih sebagai wakil presiden FSP2KI.
Rangkaian Kongres dibuka dengan pelaksanaan Seminar Nasional dengan mengundang pembicara dari Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) yang dihadiri oleh Misbahul Huda (Ketua Umum APKI), tokoh nasional Gerakan Buruh Indonesia dan juga Kementrian Ketenagakerjaan RI. Seminar Nasional, dimaksudkan untuk membekali peserta Kongres terkait dengan issu terkini baik dunia usaha, dinamika gerakan buruh nasional maupun perkembangan regulasi tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Misbahul Huda dari APKI menyatakan bahwa industri Pulp dan Kertas, saatini menjadi sektor unggulan yang diperhitungkan disamping sektor lain seperti otomotof dan elektronik.
Sesudah Seminar Nasional, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi yang secara langsug dibuka oleh Sjaeful DP selaku Ketua IndustriAll Indonesia Council. IndustriAll Council Indonesia, merupakan gabungan 11 Federasi Nasional yang secara resmi berafiliasi dengan IndustriAll Global Union berpusat di Jenewa. Dalam sambutannya, Sjaeful DP menyatakan bahwa saat ini, IndustriAll Global Union merupakan Federasi Internasional terbesar di dunia dengan keanggotaan sebanyak 50 juta pekerja tersebar di 140 negara. Sjaeful juga menegaskan, posisi strategis FSP2KI sebagai federasi sektor pulp dan kertas yang diharapkan mampu mewakili suara pekerja anggota.
Selain dari IndustriALL Indonesia Council, hadir juga beberapa kawan-kawan perwakilan dari jaringan FSP2KI baik nasional dan internasiona, untuk menyampaikan pidato solidaritasnya, seperti ; Lasse Wahlstedt dari pappers Swedis Union, Soma S Bala dari PPMU Malaysia, Febiyonesta dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Dian Septi Trisnanti dari Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) dan Federasi Serikat Buruh Kerakyatan.
Dalam sambutannya Febiyonesta, Direktur LBH Jakarta menyampaikan, ajakannya kepada FSP2KI untuk meningkatkan kemampuan riset dan pengumpulan data. Selain dari itu dalam pesan solidaritas menyatakan harapannya agar ke depan FSP2KI mampu memberikan perlindungan terbaik bagi anggota.
Selain memaparkan situasi Nasional berkaitan dengan industri pulp dan kertas serta gerak modal internasional, Kongres juga berhasil melakukan amandemen AD ART. Amandemen dilakukan untuk menjawab tuntutan dan tantangan ke depan yang semakin dinamis, untuk itu penataan organisasi, kenaikan iuran dan mekanisme pengambilan keputusan serta perubahan dalam struktur organisasi menjadi fokus utama.
Hal ini harus dilakukan, sebab selama 4 tahun ke depan, tidak dapat dipungkiri kondisi politik perburuhan nasional akan semakin menguat, sehingga FSP2KI harus mempersiapkan diri dengan membangun pondasi yang lebih kuat. Sementara dalam sidang pleno Penyusunan Pokok Perjuangan Jangka Panjang, FP2KI menetapkan 15 prioritas perjuangan meliputi Pendidikan bagi seluruh anggota, advokasi integral bagi anggota, perjuangan PKB di perusahaan hingga perundingan PKB dalam perusahaan group dan sektoral serta peningkatan peran buruh perempuan dalam partisipasi dan pengambilan keputusan.
Sesuai dengan program Internasional dari afiliasi IndustriAll yang menetapkan keterwakilan 40 buruh perempuan dalam struktur, maka selama 4 tahun ke depan, FSP2KI akan mendorong bertambahnya peran buruh perempuan menjadi 40 %. Disamping itu, berkaitan dengan keberlangsungan industri Pulp dan kertas, sesuai dengan arahan Kantor pusat IndustriAll di jenewa, FSp2KI juga mengadopsi program Sustainable Industrial Policy yang berfokus pada upaya membangun indutri pulp dan kertas yang lebih baik.
Untuk itu, federasi ikut bertanggung jawab dalam memastikan industri ini ramah lingkungan dan berpihak pada kepentingan masyarakat sosial. Sementara, berkaitan dengan kesejahteraan pekerja, selama 4 tahun ke depan, FP2KI mendorong keterwakilan dalam proses pengambilan keputusan berkaitan dengan upah layak.
Penutupan Kongres Kongres secara resmi ditutup pada tanggal 19 April 2015. Hadir dalam penutupan tersebut delegasi dari Pappers Swedia (Serikat Pekerja Kertas Swedia), Perwakilan dari Serikat Pekerja Kertas Malaysia (PPMU) serta Wakil dari IndustriAll kantor Asia Tenggara dan Kan Matzuzaki dari IndustriAll Kantor Jenewa.
Dalam kongres ini juga dilakukan pemilihan Presiden FSP2KI untuk 4 tahun ke depan, maka dari hasil Kongres menetapkan Hamdani, sebagai presiden FSP2KI didampingi Muhammad Ikhsan Prajarani , sebagai Sekretaris Jenderal FSP2KI dari Sumatera Selatan.
Dalam sambutan penutup Kongres ke IV, Presiden terpilih, mengharapkan agar dukungan seluruh anggota semakin besar dalam perjuangan yang semakin berat ini.
Sementara, Lasse yang hadir mewakili Presiden PAPPERS Swedia menyerukan pentingnya dibangun solidaritas internasional untuk menjawab tantangan global dan menjawab tantangan industri pulp dan kertas internasional yang semakin berat. Ke depan, dunia hidup dalam ruang sempit tanpa sekat sehingga secara cepat pula kita harus melakukan respon dalam solidaritas global.
Selanjutnya, pada saat penutupan Kongres Ke IV FSP2KI, Vonny Diananto dari Industriall Asia Pasifik, menyampaikan mengenai program prioritas Industriall Global Union, yang terdidiri dari ; Membangun Kekuatan Serikat Pekerja (Building Union Power),  Workers Right, Upah Layak, Precarious Work, dan Sustainable Industriall Policy. Selain itu menurut Vonny, serikat Pekerja harus mampu untuk memetakan dan mengidentifikasi kekuatannya. Dalam kesempatan ini Vonny juga mengajak seluruh peserta Kongres untuk terus membangun Solidaritas, solidaritas dapat dilihat dari bagaiman kepatuhan kita akan kewajiban membayar iuran, karena solidaritas tanpa batas.
Ken Matsuzaki, mewakili IndustriALL dari kantor pusat di Jenewa memberikan apresiasi atas terlaksananya Kongres IV FSP2KI yang mampu meratifikasi program internasional baik dalam konstitusi maupun dalam program perjuangan. Ken Matsuzaki mengharapkan ke depan FSP2KI mampu menegaskan posisi pentingnya bagi gerakan buruh internasional…(khi_042015)