KONPERENSI PERS DAN KONSOLIDASI MELAWAN KRIMINALISASI BURUH

Media FSP2KI- Pada 5 Februari 2016 bertempat di kantor LBH Jakarta diadakan Konperensi Pers dan Konsolidasi sehubungan dengan kriminalisasi terhadap aktivis buruh. Peristiwa kriminalisasi ini bermula dari aksi buruh yang dilakukan di depan istana Presiden pada 30 Oktober 2015.  Pada aksi tersebut polisi melakukan tindakan represif membubarkan secara paksa aksi buruh dan menangkap serta menetapkan sebagai tersangka 23 aktivis buruh, 2 pengacara publik LBH Jakarta dan seorang aktivis mahasiswa.  Beberapa waktu kemudian Sekjen KSPI juga ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus yang sama.


Kasus ini terus berlanjut dan Polda Metro Jaya pada tanggal 10 Februari 2016 akan melimpahkan berkas perkara berserta tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksanaan dengan sangkaan melakukan aksi melewati batas waktu pukul 18.00 dan tidak mematuhi pejabat yang berwenang ketika diperintahkan untuk membubarkan aksi.
Buruh sepenuhnya yakin bahwa apa yang terjadi pada tanggal 30 Oktober 2015 adalah tidak melanggar hukum dan sudah sesuai dengan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya dimuka umum, jadi tindakan represif kepolisian adalah upaya untuk menghilangkan hak rakyat menyampaikan pendapat dimuka umum.
Sehubungan dengan ini Tim Advokasi Buruh dan Rakyat (Tabur) beserta organisasi-organisasi yang tergabung dalam Geram (Gerakan Masyarakat Anti Kriminalisasi) akan memberikan advokasi terhadap para aktivis ini dan mendesak pemerintah untuk menghentikan setiap bentuk kriminalisasi terhadap buruh dan aktivis kemanusiaan. (nfs)