KORUPSI MEMISKINKAN PEKERJA

Korupsi tidak saja merusak moral tetapi juga merusak tatanan negara. Federasi Serikat Pekerja Pulp Dan Kertas Indonesia ( FSP2KI ) – KPBI menggelar aksi nasional 9 Desember 2018 di Tani hingga Istana Kepresidenan. Buruh mendesak pemberantasan korupsi dan penuntasan pelanggaran HAM. Sksi tersebut juga menyuarakan isu anti kekerasan, penculikan aktivis, kelestarian lingkungan, penegakan HAM.

Korupsi, bagi buruh bukan barang baru. buruh memaknai, setiap upaya pengusaha dan pemerintah berupaya mengubah regulasi, mengurangi hak pekerja, melanggar hak – hak normatif, Satu hal lagi, kenapa upah buruh murah? Sebab dalam penyusunannya, ada anggota dewan pengupahan seakan-akan berkongkalikong dengan pengusaha dan pemerintah menyepakati UMK yang tidak memperhitungkan biaya keluarga pekerja.

Hal lain rakyat rentan dikorbankan ketika layanan memburuk dengan alasan dana. Belum lagi pencabutan subsidi-subsidi mulai dari listrik, minyak hingga perumahan. Subsidi perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang sempat mencapai Rp 9,7 triliun kini berkurang hingga Rp 6 triliun.
Di sektor HAM, berbagai atraksi dan janji-janji pemerintah dan DPR tak pernah mengarah pada penuntasan HAM. Kasus penghilangan paksa tak kunjung selesai.

Belum lagi pelanggaran hak-hak berupa perampasan tanah dan penggusuran yang menjauhkan hak atas tempat tinggal layak dan rezim kontrak/outsourcing/magang yang menjauhkan buruh dari kerja layak.

Menyambut hari anti korupsi tersebut, para orator aksi meneriakan usutan tuntas semua kasus korupsi. Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) melihat harapan-harapan dari Pemilu 2019 tidaklah nyata. Para calon presiden dan partai-partai yang bertarung di laga tersebut tidak memiliki kinerja pembangunan untuk rakyat. Sebaliknya, masih ada asa di luar pertarungan politik 2019. Harapan itu terletak pada punggung rakyat tertindas yang terorganisir. Karena itu, KPBI dalam aksi pada 8 Desember 2018 ini mendeklarasikan sikap politiknya untuk tidak terlibat dalam politik dukung-mendukung partai politik dan calon presiden selama pemilu 2019.

Lawan korupsi!!!!