Korupsi Musuh Buruh

 
 
Saat ini Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat korupsi. Indikasi terkuat adalah pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah indikasinya adalah ; Kriminalisasi seluruh pimpinan KPK, Staff KPK dan sejumlah penyidik di KPK ; Opini yang berkembang di media, diarahkan untuk merusak citra moral KPK dengan berbagai tuduhan untuk menghilangkan kepercayaan publik;  Adanya revisi undang-undang KPK di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR); Sejumlah teror terhadap keluarga dan staff KPK, kuasa hukum, dan para penggiat anti korupsi; Pembajakan gerakan masyarakat melalui aksi-aksi bayaran yang melemahkan KPK; Adanya putusan pengadilan yang memenangkan pra-peradilan BG sebagai tersangka.

Jauh sebelum gerakan anti korupsi marak seperti sekarang, sebenarnya Kaum Buruh Indonesia sudah menjadi kaum yang tersadar akan bahaya korupsi, sebagai contoh tema yang diusung oleh buruh dalam May Day 2011 adalah LAWAN POLITIK PERBURUHAN ORDE BARU (Sumber Komite Aksi Satu Mei 2001). Berbicara korupsi, tanpa menyentuh akar permasalahan utamanya  merupakan pengingkaan sejarah, dan akar pangkal permasalahan itu ada pada corak sistem kekuasaan orde baru yang sampai saat ini masih berlangsung dengan modifikasi kecanggihan luar biasa.
Berangkat dari permasalahan yang ada tersebut, maka Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) dan Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (Serbuk) bersama Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) dan SEBUMI menggagas ide : PANGGUNG SENI BUDAYA BURUH : KORUPSI MUSUH BURUH – BURUH LAWAN KORUPSI. kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 15 Maret 2015, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB, bertempat di Aula Dinas Tenaga Kerja Karawang (DISNAKER Karawang).
 
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada buruh mengenai definisi korupsi, nilai-nilai anti Korupsi, upaya pemberantasan korupsi, peran buruh dalam pemberantasan korupsi, dan mengetahui akar masalah yang bermuara dari masih berjalannya sistim orde baru yang korup.