KRONOLOGI MENINGGALNYA BUDI UTOMO ANGGOTA SERIKAT PEKERJA BURUH PELALAWAN

Budi Utomo adalah seorang operator Forklip, yang kesehariannya mengakut Pulp dari truk Trailer ke gudang, namun disaat tersebut operator yang kerjaanya mengontrol Hoock pulp ke Crane tidak ada, entah dari mana dan siapa yang memerintahkan korban  naik ke triler pulp untuk mencantolkan hoock tersebut. Waktu  pertama naik, korban sudah selesai memasang hoock tersebut tetapi setelah turun ternyata hoock terlepas, maka korban naik kembali, disaat naik itulah korban terjatuh dan kepalanya terhempas ke aspal.

img-20161020-wa0011

Pekerja lainnya lansung menghubungi Safety, dan lansung dibawa ke klinik PT Riau Andalas Pulp Paper (PT RAPP), namun klinik tidak mampu dan lansung dibawa lagi ke Rumah Sakit Evarina Pangkalan Kerinci, ditangani sekitar satu setengah jam namun kondisi korban semakin memburuk, karena peralatan Rumah sakit terebut tidak memadai. Kita coba minta korban dirujuk ke RS Awal Bros Pekan Baru, namun yang paling kami sesali ketika dicheck di RS Evarina, BPJS Ketenakerjaan korban tidak aktif karena ada ada tunggakan iuran, dan kita mendesak  perusahaan untuk bertangung jawab penuh terhadap korban.

Sekitar pukul 17:0 wib korban kita dilarikan ke RS Awal Bros, dan sesampainya di RS Awal Bros detak jantung sempat terhenti namun dicoba dikenjutkan  dan berhasil. Dan ditangani kembai oleh tim Medis.

Namun setelah ditangani  pihak RS mengatakan ruang ICU untuk korban penuh, kemuungkin karena pasien BPJS Kesehatan. Tapi dari mulai awal penanganan di RS Awal Bros pihak RS berpikir secara medis bahwa tingkat dapat bertahan hidup korban sangat sedikit, dan selalu mengatakan kepada istri korban “mau diiklaskan atau dilanjutkan penanganannya. Tetapi kita coba untuk menyemangati istri korban agar tetap optimis. Penanganan serius tetap dilanjutkan  hingga pada pagi Minggu, detak jantung sempat terhenti kembali dan coba dikejutkan kembali, dan berhasil.

Tetapi kemudian pihak RS mengatakan hal yang sama lagi “Ikhlaskan atau tetap ditangani” dan kami tetap menyemangati istri korban agar team Dokter tetap menangani. Dan ditangani kembali hingga hari Senin.

Pada hari Senin istri korban berkomunikasi dengan kami bahwa antara pukul 11:00 mungkin detak jantung terhenti kembali, dan coba dikejutkan kembali dan masih berhasil dilakukan. Dan kurang lebih pukul 14;00 isti korban mengatakan kondisi korban semakin kritis dan akhirnya pada hari Senin,17/10/2016 pukul,15:00wib beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Setelah saudara Budi Utomo meninggal kita berdiskusi dengan pihak keluarga dan teman lainnya terkait kepulangan jenazah ke kampung halamannya di Lubuk Pakam, Sumut. Pengusaha seakan lari dari tanggung jawab, kita meminta disediakan ambulance, mobil pendamping, dan uang duka. Tetapi perusahaan keberatan, dan tim yang di Pekan Baru dan tim yang di Pelalawan berdiskusi, akhirnya kita sepakat tim Pelalawan dipimpin oleh Staf ahli Presiden ( Bung Marwandi)  dan Pimpus Riau mendatangi kantor PT.Inti Auto Megah tempat saudara Budi bekerja untuk mempertanyakan hal tersebut. Setelah didesak pengusaha akhirnya menyetujui tuntutan kita. Jam 21;00wib jenazah diberangkatkan ke kampung halamnnya. Diiring perwakilan serikat Pengusaha dan keluarga.

Teman kita Budi Utomo meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil – kecil. Mari kita ambil hikmah dibalik kejadian teman kita Budi, pastikan diri kita terdaftar dan didaftarkan oleh perusahaan pada BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Selamat jalan sahabat, semoga engkau ditempatkan yang terbaik disisiNYA. Terima kasih : Pimpus Fsp2ki, H. Abdulah, Kawan – kawan FPI, dan seluruh rekan – rekan seperjuangan yang tidak bisa disebut satu persatu atas partisipasi sumbangsih dan solidaritas tanpa batas buat Almarhum.