LANJUTKAN YANG IA KERJAKAN

Pertamakali bertemu bung Ikhsan, saat kita bersama-sama merencanakan penelitian ttg ekonomi-politik di industri kertas, upah dan kondisi kerja. Saya yang tidak tahu apapun, belajar banyak dari bung Ikhsan. Dia dgn sabar menjelaskan bagaimana industri kerja bekerja. Bagaimana industri ini dimonopoli oleh tiga kekuatan besar. Dia juga mampu menjelaskan dgn detail bgm kondisi kerja yang buruk dialami oleh para pekerja di pabrik, terlebih para pekerja di hutan tanaman industri. Bekerja berhari2 di tengah hutan dgn upah yg murah.

20161120_084833 (2)

Terakhir saya bertemu bung Ikhsan pada peringatan hari buruh internasional di Jakarta. Bersama kawan2 yg lain, bung Ikhsan datang dari Muara Enim di Sumatera Selatan ke Jakarta. Terakhir saya berkomunikasi panjang dgn bung Ikhsan di bulan November akhir. Waktu itu kita berkali2 ngobrol lama di telpon ttg perkembangan hasil penelitian.

Dari tiga perusahaan besar industri Pulp dan Kertas yg kita pelajari, akhirnya kita tahu jika upah buruh di industri ini tidak lebih dari 4 persen dr keuntungan yg didapat. Karena itu kita semakin yakin untuk terus berjuang. Memperbaiki kondisi kerja, dan menuntut industri kertas untuk bertanggung jawab.

Setahu saya, tidak banyak aktivis serikat buruh yang penuh ketelitian mempelajari sebuah industri dimana dia kerja. Hanya sedikit yg memiliki ketekunan dan kesabaran untuk membelejeti keserakahan modal, menguliti bgm derajat penghisapan semakin brutal. Hanya sedikit, dan bung Ikhsan adalah salahsatunya.

Ketika saya berkunjung ke Muara Enim, dan bertemu dgn banyak kawan2 bung Ikhsan. Saya jd tahu jika bung Ikhsan adalah seorang kutu buku. Dia melahap buku apa saja tentang perburuhan yang bs dia dapat. Dia juga sering bertanya jika ada buku atau tulisan baru ttg perburuhan yg lembaga atau saya sendiri tulis. Di sekretariat serikatnya, ada perpustakaan kecil, dan di perpustakaan itu bung Ikhsan adalah orang yg paling rajin membaca. Bung Ikhsan sangat rendah hati, hampir tidak pernah saya lihat dia berbicara keras dan berapi2. Tp setiap perkataannya dalam, runut, dan memiliki gagasan yg jelas.

Lebih dari itu, dr kawan2nya saya tahu, dia adalah seorang organiser dan pemimpin yg tangguh dan sabar. Dia belajar dan bekerja bersama kawan2nya. Berjuang bersama.

Antara kemampuan analisis yg jernih dgn detail yg mengagumkan, dan keterampilan nya sbg organiser dan pekerja keras sekaligus, membuatnya menjadi harta tak ternilai bagi gerakan buruh.

Hujan turun. Saya mengenang kawan dan guru sekaligus. Kita telah kehilangan pemikir dan pemimpinan gerakan buruh yg bekerja dalam sunyi di pedalaman Muara Enim. Ia yang melawan dgn analisis dan pemogokan sekaligus. Kini tugas kita menjaga keluarga dan cita2nya. Menjaga dan melanjutkan apa yg telah ia kerjakan dgn penuh kasih sayang. Selamat jalan bung Ikhsan.