LMF, Masalah Bagi Kita


LMF (labour Market Flexibility) atau yang biasa disebut sebagai sistem kerja yang lentur, luwes dan fleksibel merupakan tantangan besar bagi serikat pekerja. Hal itu disampaikan oleh  Arifin Sarif dari Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) dalam pelatihan organiser yang diselenggarkan oleh Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) pada 10 Januari 2015 yang baru lalu. Pendidikan ini dilaksanakan di sekretariat FSP2KI yang berada di Karawang.


Sementara itu, menurut Arifin Sarif yang akrab dipanggil Iip menjelaskan, bahwa saat ini ada sekitar 40 jutaan buruh di Indonesia dan baru sekitar 4-5 juta saja yangberserikat. Sisanya sebesar 35 merupakan ruang besar bagi serikat untuk mengorganisir agar bergabung dengan serikat pekerja. Ironisnya, sebanyak itu, mayoritas kondisi kerjanya masih buruk. Problem yang mengemuka antara lain adalah outsourcing, upah murah, kondisi keselamatan kerja yang tidak bagus dan ancaman global seperti blok  perdagangan yang semakin liberal.


Dalam pendidikan organiser kali ini, Arifin hadir untuk mendiskusikan beberapa tantangan terbesar dan harapan penguatan serikat agar mampu mengorganisir dirinya sebagai alat perjuangan bagi seluruh anggotanya.