Masalah Pesangon Pekerja Security PT,TeL



Pada 11 Juni 2014, kawan-kawan pengurus SERIKAT PEKERJA SECURITY-PT.TEL (SPS-PT.TEL) melakukan rapat kordinasi untuk melakukan analisa dan pemetaan permasalahan yang sedang dihadapi sekarang ini.
Rapat Kordinasi dilakukan di kantor sekretariat SPS-PT.TEL yang ada di Desa Banuayu, Kec.Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang juga berada disekitar pabrik pulp milik PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT.TeL PP)
Diberitakan sebelumnya bahwa, terhitung tanggal 30 April 2014, hubungan kerja antara PT.Tangkas Security dan PT.TeL PP berakhir. Dengan berakhirnya hubungan kerja ini, maka PT.Tangkas Security juga telah melakukan Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan pekerja security yang ada di PT.TeL. PT.Tangkas Security adalah Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP)yang pernah melakukan perjanjian kerja dengan PT.TeL untuk menyediakan jasa pengamanan di PT.TeL.
Berdasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) yang sudah disepakati dan dilaksanakan, maka dengan berakhirnya hubungan kerja ini, kawan-kawan SPS-PT.TEL berhak atas pesangon sesuai dengan ketentuan Undang-undang No.13 tahun 2003. Mengacu pada ketentuan yang adapada pasal 164 ayat (3) kawan-kawan SPS-PT.TEL berhak atas pesangon 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) huruf c. Hal tersebut didukung juga dengan anjuran dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muara Enim.
Dengan bermacam alasan pihak PT.Tangkas Security tidak mengindahkan anjuran yang telah dikeluarkan olehDisnakertrans Kab.Muara Enim tersebut dan hanya akan membayar 1 kali ketentuan pasal 156 ayat (2) huruf c. Sampai saat ini permasalahan ini belum terselesaikan. Berbagai upaya pendekatan dialog telah dilakukan oleh kawan-kawan SPS-PT.TEL, bahkan pada awal bulan Mei 2014 kemarin sempat juga terjadi aksi unjuk rasa di depan pabrik PT.TeL. Berdasarkan pasal 59 Undang-undang No.13 tahun 2003 jo Permenakertrans No.19 tahun 2012, kawan-kawan SPS-PT.TEL masih tetap bekerja di perusahaan BUJP yang baru.
Berbagai upaya pendekatan dialog telah dilakukan oleh kawan-kawan SPS-PT.TEL, tetapi belum ada penyelesaian ataspermasalahan ini. Konsolidasi ini bertujuan mempersiapkan langkah apa yang akan dilakukan oleh kawan-kawan SPS-PT.TEL. Rapat ini juga dihadiri oleh dua Pimpinan Pusat FSP2KI yang ada di Sumatera Selatan, selain itu FSP2KI juga telah membentuk Tim Advokasi untuk SPS-PT.TEL.… (mip)