MEMBERDAYAKAN IURAN ANGGOTA, BELAJAR DARI PENGALAMAN FBTPI

Ilhamsyah yang hadir sebagai fasilitator pendidikan Dasar-dasar Serikat Buruh, adalah Ketua Umum Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia. Peserta pendidikan mendapatkan gambaran yang sangat serius mengenai pentingnya iuran, sebab bagi sebuah serikat buruh, iuran ibarat urat nadi yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh kita, tanpa iuran, pastilah organisasi serikat kita latu dan segera mati.

Bagaimana FBTPI menggerakkan iuran anggota, Ilham berbagi dengan peserta tentang iuran anggota. Di Wilayah Jakarta, terdapat sekitar 2400 anggota. Sumber dana serikat yang pertama berasal dari  UANG PANGKAL KEANGGOTAAN sebesar Rp. 50.000. Peruntukannya adalah untuk membayar iuran anggota yang pertama sebesar Rp. 20.000, Uang Gedung / Uang sekretariat sebesar Rp. 20.000 dan Rp. 10.000 untuk membayar KTA.
Dana iuran perbulan / anggota adalah sebesar Rp. 20.000 yang diserahkan kepada Federasi. Sementara untuk menggerakkan serikat tingkat basis / pabrik diputuskan oleh pengurus secara internal sesuai RAPBS selama setahun dari serikat tersebut. Karena sebagian besar anggota FBTPI adalah sopir, maka penarikan iuran dilakukan secara manual. Kendalanya, ada beberapa basis yang kemudian terlambat menyetorkan iuran. Untuk menegakkan disiplin, FBTPI melakukan teguran tertulis kepada Serikat yang terlambat membayar iuran.

Diluar iuran wajib perbulan, FBTPI juga memiliki mekanisme DANA JUANG, yaitu dana yang dipungut secara resmi oleh Federasi dari hasil perjuangan hak normatif, misalnya saja upah, bonus dll. Besarnya 10% dari total hasil perjuangan dan pembagiannya adalah 3% untuk basis serta 7% untuk Federasi. Dari iuran, uang pangkal dan dana juang, sepanjang tahun 2014, FBTPI berhasil menggalang dana sebesar 700an juta rupiah.

Bagaimana dengan iuran serikat anda? (khi)