Memenangkan Tuntutan PKB Kita



SERBUK SIAMINDO mengundang kawan-kawan serikat dari SP. ESA KERTAS, SPK PINDO DELI DAN SPM PLASINDO LESTARI. Sharing pengalaman menjadi menu utama diskusi dengan harapan memberikan pembekalan kepada tim perunding PKB SICP. Disamping diskusi pengalaman, diskusi ini juga direkomendasikan menyusun kebutuhan bersama untuk masing-masing serikat sehingga diagendakan pendidikan bersama.


Bertempat di  Ruang kelas SD. Pancawati IV Karawang, Serbuk Siamindo menggelar diskusi tentang Perjuangan memenangkan tuntutan PKB. Diskusi ini digagas oleh Serikat Buruh Kerakyatan PT. Siam-Indo Concrete Products Karawang (perusahaan dalam Wings Group) yang sedang mempersiapkan perundingan PKB bulan Agustus 2013 nanti. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu (20/7/2013) kemarin dengan menghadirkan beberapa Serikat Pekerja, antara lain ; SPKPD, SPKCI,SP3 BMJ,SP Moldies dan Serikat Pekerja Mandiri (SPM) PT. Plasindo Lestari. Metode diskusi dengan sharing pengalaman ini, berlangsung dalam suasana sangat akrab sembari ngabuburit (nunggu waktu berbuka). 


Abdul Rojak, Pengurus SPM. Plasindo Lestari mengatakan bahwa PKB (Perjanjian Kerja Bersama) adalah kerja kolektif pengurus dan anggota. Untuk itulah, sejak awal proses penyusunan draft, jangan pernah meninggalkan anggota kita. Sementara Sumardi, pengurus SPKPD yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Keertas Indonesia (FSP2KI) menegaskan bahwa PKB harus mencakup 2 hal prinsip yakni perlindungan dan kesejahteraan.

Bagaimana kiat sukses perundingan PKB..?

Yaya Taryana, Divisi Advokasi dari SPKPD menjelaskan trik jitunya untuk membangun komunikasi dengan pihak manajemen perusahaan.Membangun komunikasi yang baik merupakan langkah awal menuju sukses karena PKB itu milik bersama ; serikat dan manajemen. Bukan hanya sepihak,yaitu milik serikat saja.

Hal senada juga diungkapkan oleh Asep dari SP3 BMJ, “Kami mentradisikan komunikasi yang baik dengan perusahaan. PKB yang ada sekarang adalah hasil perjuangan sejak tahun 1995, dimana kami memenangkan tuntutan THR 2,5 x upah pekerja. Tradisi perusahaan dalam lingkungan Djarum Group mendukung iklim tersebut.”..(khi)