MID TERM EVALUATION MEETING

Media _ FSP2KI Pada hari kedua Mid Term Evaluation Meeting ini di buka oleh Bung Khamid dengan pemaparan – pemaparan kerja Fsp2ki. Bung Khamid selaku kordinator Projek Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia memberikan rekomendasi untuk kerja pimpus dan korwil yang ada antara lain :
1.  Korwil Jabar untuk lebih meningkatkan kerjanya lagi ( korwil jabar telah mengorganisizing tiga SPA
     Baru yang akan bergabung )
2.  Mengagendakan pelatihan Organisizing untuk Sumsel dan Riau.
3.  Pimpus harus memiliki tim Advokasi yang baik untuk membantu SPA.
4.  Perusahaan yang belum mengenal Fsp2ki temui secara kontinyu.
5.  Pengadaan b uku saku untuk tim organizer.
Ada tiga agenda yang akan disampaikan pada Mid Term Evaluatiom Meeting saat ini yaitu :
1.  Advokasi
2.  Pendididikan
3.  Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ).
Pada tahun ini ota Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia telah  mendapatkan tujuh anggota baru : Dua Anggota dari Riau dan 4 Anggota dari Karawang, semua lagi sedang masa proses untuk terbentuknya serikat pekerja mereka.

Tidak ketinggalan juga Presideng Fsp2ki memberikan kritikan, masukkan dan nasehat kepada peserta yang hadir, Bung Hamdani mengatakan “ mau di bawa kemana Federasi  kita ini” banyak pimpus yang telah mendapatkan pelatihan dari Federasi atau pesan yang harus diberikan kepada serikat pekerja anggota, tidak disalurkan ke SPA masing-masing. Dan juga kemandirian dari Federasi sampai kapan kita berdiri sendiri dan tidak bergantung lagi pada Papper Swedia yang selama ini mendanai Federasi, dikarenakan pada tahun 2016 kerjasama fsp2ki dengan Papper Swedia akan berakhir. Sampai saat inipun masih banyak SPA yang belum patuh terhadap kewajibannya. Bahkan terucap dalam kata Presiden fsp2ki “apakah kita harus tidak memberikan pelayanan kepada SPA yang tidak memberikan kewajibannya”. Sejauh ini Fsp2ki jucup loyal untuk anggotanya itu dikarenakan semata – mata Solidaritas.
Bung Hamdani juga mengatakan terima kasih kepada tim Organisizing yang telah bekerja dengan baik sehingga mendapatka SPA yang baru, tetapi semua itu tidak mudah untuk diraih itu didapatkan karena melalui pendidikan dan struktur rekrutmen yang terstruktur. Bung Hamdani juga menyadari lambatnya Organizer fsp2ki bekerja dikarenakan hambatan biaya, tetapi semua itu bukanlah menjadi penghalang dimana ada kemauan atau tanggung jawab  dalam mengemban tugasnya tidak ada yang tidak bias. Presiden Fsp2ki juga mengucapka terima kasih kepada Papper Swedia yang selama ini telah membantu sejak mulai dari 2008 sampai saat sekarang ini. Beliau mengucapka terima kasihnya kepada MR. Lasse Wahlstedt ( papper Swedia ) dan Mr. Somahsundram ( Senior avisor Projec).

Pada hari yang sama Asfinawati mantan direktur LBH juga memberikan pembekalan kepada pimpus mengenai Standar Operasional Prosedur Advokasi. Beliau mengatakan sesuatu yang Urgent itu belumlah tentu penting. Pelatihan Advokasi yang diberikan oleh Asfinawati memang tidak begitu lama berdurasi kira – kira 3 jam tetapi meskipun begitu banyak manfaat yang di dapat oleh pimpus dari materi yang diberikan. Kalau kita tahu masalahnya pastilah penyelesaiannya menjadi benar, begitu juga sebaliknya. Begitu banyak masalah yang di hadapi oleh perburuhan di Indonesia  secara garis besar apa bila diurutkan : Kebijakan Negara, Peraturan perundang – undangan, PKB, Peraturan Perusahaan dan Praktek/kasus. Secara garis besar pula yang menjadi panduan Advokasi itu adalah : Analisa, Alur penanganan kasus , Aksi, Etika dan Aksi. Sedemikian jauh pembekalan yang di dapat oleh pimpus semoga pimpus fsp2ki semakin dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik dan benar untuk mengadvokasi dan mensejahterakan anggota.

WAKTU YANG TEPAT TIDAK PERNAH DATANG APABILA KITA HANYA MENUNGGU.