MUDIK LEBIH AWAL

Media.FSP2KI – Masyarakat yang akan mudik pada Lebaran 2015 diimbau mulai memilih waktu terbaik untuk memulai perjalanan pulang kampung. Mudik jauh hari sebelum Lebaran diperkirakan akan lebih aman dari kemacetan dibandingkan dengan saat menjelang Lebaran.

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak mudik di darat terjadi pada H-2 Lebaran atau dua hari sebelum Lebaran.

Dengan kondisi infrastruktur jalur yang belum mulus diperkirakan akan ada kemacetan di sejumlah tempat, terutama di pintu keluar Tol Pejagan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Apalagi, tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan mobil dan sepeda motor pribadi masing-masing diperkirakan naik sekitar 5,80 persen dan 7,77 persen.

Mobil pribadi diperkirakan 1,69 juta unit, sedangkan sepeda motor 2,02 juta unit. Kenaikan itu bisa berdampak terhadap kian padatnya jalur darat.

Percepat THR

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia yang juga Guru Besar Bidang Transportasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Danang Parikesit, saat dihubungi, Minggu (28/6), memproyeksikan mayoritas pemudik paling cepat dapat memulai perjalanan mudik per 10 Juli 2015, dengan catatan kaum pekerja sudah mendapatkan hak tunjangan hari raya (THR).

Menurut Danang, jika masyarakat sudah mulai mudik pada H-10, kemungkinan kemacetan di jalan akan berkurang.

“Jika perusahaan sudah memberikan THR, arus mudik sudah bisa dimulai lebih awal. Ini akan mengurangi kemungkinan kemacetan di darat,” kata Danang.

Oleh karena itu, Danang mendorong agar perusahaan-perusahaan bisa membayar THR lebih awal agar arus mudik bisa segera mengalir.

Selain itu, didorong pula gerakan mudik bersama dengan angkutan umum, terutama laut dan kereta api.

Hingga kini kursi mudik gratis dengan kereta api dan kapal laut masih tersedia.

Senior Manager Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) I Jakarta Bambang S Prayitno menyatakan, tiket kereta api untuk tujuan kota-kota besar di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur masih tersedia hingga sebelum H-7 Lebaran. Bahkan, tiket kereta api tujuan Bandung dan Cirebon masih banyak, termasuk untuk perjalanan pada H-5 sampai H-1 Lebaran. “Penjualan tiket untuk kedua rute itu baru mencapai 20-25 persen,” katanya.

KA tambahan
Menurut Bambang, ada 15 perjalanan kereta api tambahan secara nasional pada mudik Lebaran tahun ini.

“Di Daop I, mulai H-7 ada 44.904 tiket perjalanan setiap hari. Ada tambahan 15.148 tiket dari perjalanan reguler 29.756 tiket per hari,” ujarnya.

Berdasarkan data di laman mudik gratis sepeda motor Kementerian Perhubungan, hingga Minggu pukul 22.00, kursi mudik gratis untuk bus juga masih tersisa 255 untuk tujuan Purwokerto, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Yogyakarta, dan Solo.

Adapun mudik gratis sepeda motor dengan kereta api hanya menyisakan 64 tempat untuk keberangkatan 11 Juli, 76 tempat untuk 12 Juli, dan 55 tempat untuk 13 Juli.

Bagi pemudik kapal laut masih ada 122 kursi untuk keberangkatan 11 Juli. Di luar mudik gratis, penjualan tiket normal juga masih dibuka. Sampai saat ini, tiket kapal laut koridor Jakarta-Surabaya belum terisi.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan total pemudik tahun ini yang memanfaatkan angkutan umum akan mencapai 20 juta orang, naik 384.194 orang (1,96 persen) dari tahun lalu yang mencapai 19,61 juta orang.

Jumlah pengguna kereta api akan mencapai 5,53 juta pemudik (naik 8,54 persen) di tengah turunnya pengguna angkutan umum 5,97 persen menjadi 4,92 juta orang.  Kompas