Panggung Demokrasi SPEKN



PT. Esa Kertas Nusantara (PT.EKN) Loji Karawang menghangat. Hiruk pikuk di pabrik kertas pagi itu terasa lebih menggeliat, karena sekitar 50 orang perwakilan anggota berkumpul di kantin perusahaan untuk mengadakan Musyawarah Anggota, sebagai proses demokrasi ala serikat buruh. 2 Oktober 2013, adalah waktu yang sudah ditentukan untuk menegaskan agenda perjuangan selama 3 tahun ke depan.


Setelah melalui berbagai acara sambutan dan ceremonial, peserta berdebat dalam dinamika demokrasi yang sehat terkait dengan masa depan Serikat Pekerja Esa Keras Nusantara (SPEKN). 

Pertama, mereka membahas perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang akan disempurnakan. Salah satu point penting dari konstitusi adalah menegaskan afiliasi kepada Federasi Serikat Pekerja Pulp Kertas Indonesia (FSP2KI). 

Ini, adalah pilihan hebat karena kesadaran akan pentingnya organisasi yang kuat, besar dan mandiri semakin dekat untuk direalisasikan.


Sumardi (Wakil Presiden) Wapres FSP2KI yang hadir dalam acara itu menegaskan bahwa SPEKN  merupakan salah satu Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang aktif dalam mengikuti agenda FSP2KI. Diharapkan pasca Musyawarah anggota ini akan semakin bertambahkan perannya.


Musyawarah yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Serikat Pekerja Kertas Pindo Deli (SPKPD) dan Serbuk Siamindo tersebut, berlangsung dalam dinamika yang mengalir dengan baik. Semua peserta mempunyai kesempatan untuk memberikan kontribusi demi masa depan serikat pekerja. 

Rohmad, Ketua SPKPD dalam pesan solidaritasnya menyatakan bahwa kami, sebanarnya datang untuk belajar cara berdemokrasi khas serikat buruh, membangun kesadaran bersama dan membangun kerja sama yang lebih baik. Sementara Ujang Sapan Al Kosambi, mengakjak SPEKN lebih tampil dalam panggung serikat buruh di Karawang.


Pemilihan ketua, yang dilaksanakan sehari sebelumnya oleh anggota dengan mencoblos kertas suara, akhirnya dihitung dalam pleno terakhir. Maman Ali Usman,yang juga duduk sebagai salah satu Pimpinan Pusat FSP2KI,sebagai kandidat incumbent berhasil memenangkan pemilihan dengan jumlah 205, semantara Ujang sebagai calon lain mendapatkan 129 suara.


Proses sudah selesai. Pemilihan sudah rampung. Sekarang kami berkeyakinan akan menjadi lebih baik.Pemenangnya bukan ketua terpilih, tetapi …..PEMENANGNYA ADALAH KAMI SEMUA…!!
*)Laporan dari Musyawarah Anggota SPEKN dibuat oleh Khamid Istakhori