PELANGGARAN PT WIRA PUTRA PERKASA, SERIKAT PEKERJA PERSIAPKAN AKSI

KSerikat Pekerja Kontraktor PT. tanjung Enim Lestari Pulp and Paper ( SPK TEL ) melakukan perundingan dengan Management PT. Wira Putra Perkasa ( WPP ), PT.WPP adalah Perusahaan outsourching di PT. Tel.

P_20170209_152312
Setelah SPK TEL melayangkan surat kali ke Tiganya ke management PT.WPP baru ditanggapi itu juga karena dalam isi surat “kalau masih juga tidak di tanggapi maka kami akan melakukan hak dasar kami ( Aksi mogok kerja )”. Surat tersebut di tembuskan juga ke PT. TEL selaku perusahaan pemberi kerja. Sungguh miris perusahaan sebesar PT. TEL yang 100% pemilik modalnya asing ( Marubeni ) yang notabene perusahaan yang berskala besar/Internasional tidak mampu memberikan atau tidak mampu melakukan pengawasan terhadap perusahaan – perusahaan yang di pekerjakannya. PT. TEL sebagai perusahaan pemberi kerja sangat lemah dalam pengawasan perusahaan outsourching yang ada di PT. TEL, delapan belas tahun PT. TEL berdiri masih tetap belum mampu beradaptasi dengan Regulasi yang ada di Republik Indonesia ini.

P_20170209_142710
Perundingan pertama berjalan selama 30 menit dengan meminjam Sekretariat Serikat Pekerja PT. Tanjung Enim Lestari Pulp And Paper karena prosedur peminjaman Sekretariat yang begitu sulit maka perundingan pindah ke Resto Graha Medang masih di lingkungan PT. TEL.
Semula perundingan berjalan sangat alot, nada tinggi sampai dengan tunjuk – tunjuk jari,tetapi pada akhirnya berjalan seperti biasa, perdebatan terjadi karena tidak diperbolehkannya tim pendamping dari Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI) ikut dalam perundingan.
Isi perundingan hanya sebagian setuju sepakat selebihnya Tidak sepakat, ada enam butir isi perundingan antara lain : Perjanjiaj kerja, upah, BPJS Ketenagakerjaan, Kelebihan jam kerja, Cuti haid dan Alat pelindung diri. Yang disepakati adalah : BPJS Ketenagakerjaan, Kelebihan jam kerja dan Cuti haid. Hala – hal yang sudah di sepakati lansung diterapkan, hal – hal yang belum di sepakati di lanjutkan di Tripartit.
Sembari perundingan berlansung pekerja yang ada di lapangan melakkan aksi spontan bentuk dari dukungan untuk tim perunding dan tekanan agar perundingan mendapatkan hasil sesuai dengan aturan perundang – undangan yang ada.