Pelatihan Advokasi di KORWIL RIAU


Suasana pelatihan Advokasi di Pekanbaru Nov 2013

Antusias para peserta pelatihan advokasi di wilayah Riau terlihat disaat registrasi peserta dilakukan, dari jumlah peserta undangan baik dari serikat pekerja anggota dibawah FSP2KI, serikat pekerja outsourching dan serikat pekerja lainnya hadir bersama-sama dan disaksikan oleh beberapa ketua serikat pekerja anggota. Pelatihan ini ditujukan kepada anggota serikat yang belum pernah mengikuti pendidikan advokasi dengan harapan mampu menumbuhkan rasa solidaritas diantara peserta. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Presiden FSP2KI bung H. Hamdani SH.

Disesi pertama pelatihan diisi oleh pembicara bung Khamid Isthakhori dengan perkenalan setiap peserta,  dituliskan di sebuah kertas tentang harapan dan kekhawatiran mengenai pelatihan advokasi dan dibacakan kemudian ditempelkan pada dinding ruangan pelatihan. Beberapa  harapan dan kekhawatiran peserta antara lain :

Harapan :           

  • dapat mengadvokasi anggota serikat bila terjadi perselisihan dengan perusahaan.
  • pelatihan ini bisa membuat seseorang menjadi anggota advokasi yang tangguh.
  • pelatihan ini diharapkan mampu memberikan acuan dalam mengadvokasi diri sendiri dan anggota dengan trik2 yang sudah dilakukan
  • pengurus memiliki ilmu dan kemampuan advokasi
  • penguatan karakter dalam pelatihan
  • serikat pekerja bisa mandiri dan meluruskan yang salah

Kekhawatiran:

  • tidak mampu membela karyawan secara maksimal.
  • Biasanya masalah yang dihadapi dikuasai oleh pengusaha dengan segala upaya untuk meloloskan niatnya.
  • Ketidak kompakan serikat pekerja didalam memperjuangkan hak2 pekerja.
  • Tidak bisa mengadvokasi anggota dengan baik dan benar
  • Kurangnya solidaritas dan kesadaran.
  • Union busting 

Dari semua pendapat peserta diatas menjadi bahan diskusi yang hangat disetiap break peserta dan menjadikan pelatihan ini menarik diikuti peserta. Bahkan disela-sela break seorang peserta dari outsourching (Serikat Pekerja Gerakan Perubahan)  menyatakan akan bergabung ke FSP2KI. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan bagi kita semua.
Adapun pembicara yang lain bung Saut ch. Manalu memberikan sesi pelatihan yang membuat peserta semakin tertarik mengikuti alur yang dibawakan olehnya. Dengan pembuktian dilapangan mengenai gambaran PERMENAKERTRANS Nomor: 19 tahun 2012 tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain,atau lebih populer disebut alih daya atau outsourcing. Peserta disuruh membuat alur proses dan dilakukan tanya jawab sehingga peserta diharapkan paham betul mengenai permenaker tersebut.

Disesi ketiga adalah nonton bareng atau disebut dengan istilah “NOBAR” film perjuangan “The Burning Season (Perjuangan Serikat Petani di Barzil)” film yang diambil dari kisah nyata kehidupan petani penyadap karet yang terancam akan diambil alih tanah dan desanya untuk sebuah peternakan oleh perusahaan besar. Film yang inspiratif dan membuat peserta berdecak kagum dengan melihat seorang ketua serikatnya mempunyai integritas dan transparan dalam menjalankan oraganisasinya serta membangunkan dunia melalui PBB bahwa ada ketidakadilan terjadi di tanah mereka. Kesabaran dan dukungan dari anggotanyalah sehingga mampu seorang chico mendes melepaskan kampungnya dari kepunahan.

Di hari kedua pelatihan dilanjutkan dengan Review Sesi Sebelumnya dan point2 penting dari Nonton Film. Seluruh peserta disuruh membuat satu kalimat untuk pelatihan dan satu kalimat untuk nonton film. Begitu sulitnya peserta mengungkapkan dan menyimpulkan apa yang sudah didapat di hari pertama pelatihan. Tujuan dari sesi ini adalah bagaimana peserta mampu menggambarkan masalah dan fokus terhadap satu masalah saja. Disesi ini di pandu oleh bung Khamid.

Pada sesi terakhir yaitu Studi Kasus Belajar dari Perundingan PKB Kita” dibawakan oleh bung Saut Ch. Manalu, dengan mengatakan “ bahwasanya PKB adalah sebuah hajatan besar dan perlu format perjuangan yang jelas, butuh pendidikan khusus seluruh anggota dan pengurus guna membuat kualitas PKB menjadi lebih baik diatas Undang-Undang. Komunikasi antara pengurus dan anggota sangatlah penting guna menciptakan rasa tanggungjawab yang sama dari PKB yang dihasilkan. Menghormati dan melibatkan senior pengurus sebelumnya juga salah satu faktor untuk mengembangkan dan menjadikan organisasi ini kuat dan mandiri”.

Akhir dari pelatihan ini ditutup oleh Presiden FSP2KI bung H. Hamdani SH dengan menyampaikan harapan dan tujuan pelatihan ini yang merupakan salah satu agenda kerja atau program FSP2KI. Dan dilanjutkan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis dengan diwakili oleh peserta outsourching yakni bung Zulkarnaen sekretaris SP2K Futong…(AS)