Pelatihan Teknik Negosiasi PKB

Suasana Pelatihan Negosiasi PKB (08/11/2013)

Serikat Pekerja PT. Tanjungenim Lestari (SPPT TeL) baru-baru ini telah melaksanakan pelatihan Teknik Negosiasi PKB (Perjanjian Kerja Bersama). Pelatihan ini dilaksanakan satu hari pada tanggal 08 November 2013 bertempat di Sekretariat SPPT-TEL. Sebagai pelaksana tugas dalam pelatihan ini adalah Bidang Penelitian dan Pengembangan (litbang) SPPT-TEL.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan pengurus dalam melakukan proses perundingan PKB. Sebagai narasumber dalam pelatihan adalah Andri Meilansyah,SH dan Rahmansyah,SH, MH yang menjabat sebagai Ketua umum Aliansi Serikat pekerja/ Serikat Buruh (ASPEBU) Kabupaten Muara Enim.
Selain dari pengurus SPPT-TEL , pihak panitia pelaksana turut mengundang juga beberapa pengurus Serikat Pekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pulp Kertas Indonesia (FSP2KI) yang berada dalam Wilayah Kordinasi Sumatera Selatan (FSP2KI KORWIL SUMSEL), ini merupakan bentuk kebersamaan SPPT-TEL dalam membagun solidaritas sebagai sesama pekerja. SPPT-TEL adalah salah satu SPA FSP2KI yang ada di Sumatera Selatan.
Serikat pekerja bukanlah duri dalam daging” bagi perusahaan, buruh/pekerja melakukan pekerjaannya untuk kemajuan dan peningkatan keuntungan bagi perusahaan. Peningkatan yang dialami oleh perusahaan tentu pada akhirnya akan berdampak juga pada peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Dengan adanya sinergi yang nyata ini tentunya semua pihak berharap,sama-sama mendapat penigkatan kesejahteraan dan penghasilan yang nyata pula. Untuk mencapai itu semua sudah barang tentu ada regulasi atau rambu-rambu yang mengatur semua hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha. Kondisi yang diharpakan oleh semua pihak, sudah pasti tidak bertentangan dengan undang-undang dan menjanjikan untuk kepentingan pekerja dan pengusaha. Sangat disayangkan jika dalam perjalananya masih ada pihak yang tidak mau untuk melaksanakan hal tersebut.
Dalam banyak hal ada beberapamasalah-masalah yang akan timbul akibat hubungan kerja ini, diantaranya masalah hukum ketenagakerjaan, kesejahteraan, hak dan kewajiban. Timbulnya masalah ini tentu saja ada dalam rangka proses memajukan perusahaan, kembali kita belajar dari pengalaman.
PKB lah yang efektif dalam menjembatani permasalahan antara Serikat pekerja dan pengusaha, karena PKB merujuk pada ketentuan yang ada dalamundang-undang serta kepentingan perusahaan dan pekerja.
Dalam pelatihan tehnik bernegosiasi kali ini, narasumber Andri meilansyah SH dan Rahmansyah SH,MH mengatakan pentingnya penguasaan materi, sebab berkaitan langsung pada ketentuan yang ada dalam pasal perjanjian Menurut KUHPerdata pasal 1338,seperti tersebut di bawah ini :
  1. Persetujuan-persetujuan tersebut tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat dengan kedua belah pihak atau karena alasan-alasan yang oleh Undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. 
  2. Persetujuan-persetujuan harus dilaksanakan dengan etikat baik 
  3. Semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai Undang-undang bagi mereka yang membuatnya.
Oleh karena itu sebelum melakukan perundingan kita harus membentuk tim negosiasi, menurut Rahmansyah, ciri-ciri negosiator yang baik setidaknya mamiliki sifat-sifat yang tersebut di bawah ini :

  • Dipercaya 
  • Memiliki Kepercayaan Diri 
  • Menguasai Substansi Materi; 
  • Menguasai Teknik Komunikasi.
Keempat item ini sangatlah penting untuk seorang negosiator yang akan membawa permasalah ke meja perundingan, begitu pentingnya tim negosiasi dan negosiator yang handal ini sehingga Bidang litbang SPPT Tel dengan semangat kebersamaan terus mengadakan hal-hal yang terbaik guna mendapatkan hasil yang terbaik pula…(yh)

 

*)Penulis adalah salah satu pengurus SPPT-TEL