PELEBURAN PT TRUBA JAYA ENGINEERING BERDAMPAK PHK

Muara Enim 30/8/2017, Pemutusan Hubungan Kerja bukan hal luar bias bagi pengusaha, dan juga hukum ketenagakerjaan di Indonesia tidak menjamin sepenuhnya keberlansungan kerja buruh, perusahaan dengan gampangnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) regulasi perlindungan buruh di Indonesia sangat lemah.

Buruh PT Truba Jaya Engineering ( TJE ) perusahaan kotraktor di PT Tanjungenim Lestari Pulp And Paper yang bergerak di bidang perawatan mesi di duga akan melakukan PHK. Hal tersebut di karenakan terjadinya peleburan perusahaan. TJE berganti nama menjadi PT Truba Jaya Cita ( TJC) selaku anak Perusahaan TJE.

Serikat Pekerja yang ada di TJE tersebut, Serikat Pekerja Perawatan dan Pelayanan PT Tanjungenim Lestari (SP3TEL) telah di undang oleh pihak management membicarakan perihal PHK di maksud “hanya PHK administrasi , ada bebrapa pekerja y ang harus kita PHK karena tidak memiliki job dan juga di tolak oleh user”. imbuh salah satu management PT TRUBA.

SP3TEL berkoordinasi dengan Federasi Serikat Pekerja Pulp Dan Kertas Indonesia ( FSP2KI) untuk membahas masalah tersebut. S erikat Pekerja harus memiliki prinsip, mempertahankan keberlansungan kerja. Peleburan yang di lakukan tertuang di UUK 13/2003 pasal 163 ayat 1 dan 2, pada ayat 1 hal tersebut tidak adil karena hanya memberikan hak mutlak kepada Pengusaha untuk mem – PHK pekerjanya. PHK adalah kejahatan kemanusiaan dan harus di lawan” pernyataan sikap FSP2KI – Sumsel

Hal ini kali keduanya terjadi, buruh yang di PHK akan kehilangan masa kerja dan kontrak mereka kembali ke titik nol. Sangat di sayangkan apa yang di lakukan TJE, selagi dalam pembahasan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), PHK di lakukan.