PEMIMPIN SERIKAT BURUH HARUS HIDUP DITENGAH-TENGAH ANGGOTANYA

Menutup kegiatan akhir tahun 2016, Korwil FSP2KI Jawa Barat mengadakan kegiatan bertajuk Pendidikan Kepemimpinan  dan Manajemen Aksi bertempat di Hutan produksi PT. Pindo deli pada Minggu, 6 Desember 2015. Pendidikan yang diikuti tak kurang dari 150 peserta ini dipimpin oleh Bambang Tambora selaku Korwil Jawa Barat dengan Instruktur pendidikan Ilhamsyah dari Kolektif Nasional KP-KPBI dan tim GODAM dari FPBI dibawah kordinasi Sukanti.

Pendidikan yang dimulai tepat pukul 09.00 wib tersebut terdiri dari 4 sessi pendidikan yaitu 2 sessi teori dan 2 sessi simulasi lapangan. Pada Sessi 1, Ilhamsyah memberikan pembekalan berkaitan dengan materi ekonomi politik yang mendasari bagaimana sistem kapitalisme bekerja dengan menghidupkan dirinya melalui jalan penghisapan, dan buruh adalah salah satu kaum terhisap dalam keseharaiannya. Sementara Sukanti dan Helmi mengajak peserta mengenal pola kepemimpinan serikat buruh yang dipadukan dengan pemahaman aksi lapangan.

Bambang Tambora, selaku Korwil Jawa Barat mengatakan bahwa pendidikan ini, sekaligus sebagai refleksi akhir tahun dimana kita saling memberikan evaluasi terbuka, sebuha metode baru yang diharapkan membangun transparansi dan solidaritas tim. Sementara H. Hamdani, selaku Presiden FSP2KI yang juga hadir di tengah peserta pendidikan menyatakan dukungannya atas pendidikan tersebut. H. Hamdani menggaris bawahi bahwa pemimpin itu harus hidup ditengah anggotanya dan harus tahu problem khas keseharian buruh. Tanpa itu, maka serikiat buruh sedang gagal menampilkan siapa dirinya. Hiduplah ditengah massa kata H. Hamdani. Acara kemudian diakhiri  2 sessi simulasi berupa permainan dan simulasi aksi, dimana peserta digembleng untuk melakukan pemahaman aksi lapangan dengan menyampaikan issu tuntutan.

Selamat untuk Korwil FSP2KI Jawa Barat! (khi)